JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) kembali membuka peluang studi lanjut bagi insan pendidikan keagamaan melalui Beasiswa S2 Double Degree (Split-Site Master Program Cohort-10). Program prestisius ini digelar melalui kolaborasi Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma), Australia Awards Indonesia, dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI.
Beasiswa ini menawarkan pengalaman akademik internasional selama dua tahun. Para penerima beasiswa akan menempuh satu tahun studi di Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UIN Sunan Ampel Surabaya, dan satu tahun berikutnya di University of Canberra, Australia, pada program Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL).
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, program gelar ganda ini merupakan bagian dari penguatan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang sejalan dengan skema co-funding LPDP.
“Program Beasiswa Master Gelar Ganda ini adalah wujud komitmen strategis Kemenag dalam memperkuat kolaborasi internasional, meningkatkan mutu akademik, sekaligus menyiapkan kepemimpinan di sektor pendidikan tinggi keagamaan,” ujar Kamaruddin di Jakarta di kutip, Sabtu (24/1/2026).
Alumni Bon University tersebut menambahkan, kemitraan dengan sejumlah perguruan tinggi terkemuka di Australia, termasuk University of Canberra, membuka akses jaringan global bagi para akademisi dan profesional Indonesia.
Ia pun mendorong keluarga besar Kementerian Agama untuk memanfaatkan kesempatan ini. “Beasiswa S2 Double Degree sangat strategis untuk pengembangan karier sekaligus penguatan lembaga pendidikan keagamaan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puspenma Ruchman Basori menjelaskan, beasiswa ini ditujukan bagi keluarga besar Kementerian Agama, meliputi guru, ustadz, kyai, tenaga kependidikan pada lembaga pendidikan dasar dan menengah keagamaan, dosen, alumni Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK), serta pegawai Kemenag.
Ruchman juga mengajak civitas academica di bawah naungan Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Pusat Konghucu, untuk mempersiapkan diri secara optimal. Menurutnya, program ini menjadi sarana strategis dalam kaderisasi guru dan dosen Bahasa Inggris berstandar internasional.
Pendaftaran beasiswa dibuka mulai 25 Januari hingga 15 Februari 2026 melalui laman resmi beasiswa.kemenag.go.id. Tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, wawancara oleh Kementerian Agama, serta seleksi lanjutan bersama Australia Awards Indonesia berupa tes IELTS dan wawancara khusus.
Adapun sejumlah persyaratan utama antara lain berusia maksimal 40 tahun per 31 Desember 2026, lulusan S-1 atau D-4 dengan IPK minimal 3,00, belum pernah menempuh studi S2, memiliki kemampuan bahasa Inggris (IELTS minimal 6,0 atau TOEFL ITP 500), serta menyusun motivation essay dan rencana studi.
Informasi lengkap terkait layanan dan program Kementerian Agama dapat diakses melalui portal resmi Kemenag, yang menyediakan berbagai informasi regulasi, pendidikan keagamaan, agenda nasional, publikasi digital, hingga berita dari pusat dan daerah.
Kalau mau, saya bisa:













