Gadget Penumpang Hilang di Pesawat Garuda GA 716, FKBI: Ini Tindakan Memalukan

- Penulis

Selasa, 10 Juni 2025 - 09:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tulus Abadi (dok. Pribadi)

Tulus Abadi (dok. Pribadi)

JAKARTA –  Forum Konsumen Berdaya Indonesia (FKBI) mengecam keras dugaan penyembunyian gadget milik penumpang oleh oknum awak kabin Garuda Indonesia dalam penerbangan GA 716 rute Jakarta–Melbourne.

Ketua FKBI, Tulus Abadi, menyebut tindakan tersebut sangat memalukan dan tak sejalan dengan reputasi maskapai plat merah itu.

“Jika benar dugaan bahwa ada oknum kru Garuda yang menyembunyikan barang tertinggal milik penumpang, itu sangat memalukan. Selevel Garuda, kok bisa melakukan tindakan kleptomania seperti itu?” ujar Tulus kepada wartawan, Senin (10/6/2025).

Menurut Tulus, langkah manajemen Garuda Indonesia yang langsung menonaktifkan seluruh awak kabin dalam penerbangan tersebut merupakan tindakan tepat. Namun, ia menilai hal itu belum cukup.

“Manajemen Garuda tak cukup hanya ‘mengandangkan’ kru. Mereka harus segera melakukan audit menyeluruh terhadap prosedur penanganan barang tertinggal di seluruh lini. Ini demi perlindungan konsumen dan menjaga kepercayaan publik,” katanya.

Ia bahkan membandingkan Garuda Indonesia dengan perusahaan taksi swasta yang menurutnya lebih profesional dalam menangani barang penumpang yang tertinggal.

“Masa standar Garuda kalah dengan perusahaan taksi berlogo burung biru? Mereka saja punya sistem pengembalian barang yang lebih baik,” sindirnya.

Garuda Indonesia selama ini dikenal sebagai maskapai yang kerap mendapatkan penghargaan internasional, termasuk predikat “The World’s Best Cabin Crew” versi Skytrax. Namun, menurut Tulus, reputasi tersebut bisa rusak hanya karena kelalaian atau dugaan kesengajaan satu dua oknum.

“Dengan citra sebesar itu, kok tega mencoreng nama baik maskapai hanya karena sebuah handphone?” ucapnya heran.

Pihak Garuda Indonesia belum memberikan keterangan resmi terkait kelanjutan investigasi internal atas laporan penumpang dan sanksi terhadap oknum yang diduga terlibat. Namun manajemen menyatakan tengah menindaklanjuti pengaduan tersebut secara serius.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB