Abdul Mu’ti: Energi Terbarukan Jeju Bisa Diterapkan di Sekolah Indonesia

- Penulis

Rabu, 14 Mei 2025 - 08:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti siap buka peluang kerja sama inovatif di bidang pendidikan dan lingkungan. dengan Korsel. (dok. Kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti siap buka peluang kerja sama inovatif di bidang pendidikan dan lingkungan. dengan Korsel. (dok. Kemendikdasmen)

JEJU, KOREA SELATAN – Dalam momen strategis Forum Menteri Pendidikan APEC ke-7 di Jeju, Korea Selatan, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, membuka peluang kerja sama inovatif di bidang pendidikan dan lingkungan.

Dalam pertemuan bilateral dengan Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun, Senin (13/5/2025) waktu setempat, Menteri Mu’ti secara khusus menyoroti pentingnya pengembangan sekolah ramah lingkungan di Indonesia melalui pemanfaatan energi terbarukan dan manajemen limbah berbasis pendidikan.

“Masih banyak wilayah di Indonesia yang belum teraliri listrik. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memanfaatkan tenaga surya dan sumber energi terbarukan lainnya dalam mendukung operasional sekolah ramah lingkungan,” ujar Mu’ti di hadapan Gubernur Oh, didampingi Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Korea, Amaliah Fitriah.

Menurut Mu’ti, kerja sama ini tak hanya berfokus pada pasokan energi alternatif, tapi juga menyentuh isu pengelolaan limbah di lingkungan pendidikan.

Ia mencontohkan, model pengelolaan sampah di Provinsi Jeju dapat direplikasi di sekolah-sekolah Indonesia, khususnya di daerah yang telah menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan. Salah satu kerja sama serupa sebelumnya telah dilakukan di Kota Bontang, Kalimantan Timur.

“Pengelolaan sampah yang efektif bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga soal edukasi dan pembiasaan sejak dini. Jika model dari Jeju ini dapat diterapkan, tentu bisa jadi langkah besar bagi pendidikan lingkungan di Indonesia,” lanjut Mu’ti.

Gubernur Oh Young-hun merespons dengan antusias. Ia menyatakan bahwa Jeju siap berbagi pengalaman dalam menerapkan teknologi energi bersih dan manajemen lingkungan yang telah terbukti berhasil di wilayahnya.

“Kami sangat tertarik menunjukkan bagaimana sistem energi terbarukan yang kami kembangkan bisa diterapkan di negara lain, termasuk Indonesia,” tutur Gubernur Oh.

Tak hanya berhenti di pendidikan dasar dan menengah, potensi kolaborasi ini juga terbuka untuk pengembangan pendidikan vokasi. Kepala BSKAP Toni Toharudin menjelaskan, proyek percontohan berbasis teknologi hijau Jeju bisa menjadi rujukan program pelatihan kejuruan di Indonesia.

“Jeju memiliki praktik terbaik dalam pengelolaan energi terbarukan dan manajemen limbah. Ini bisa menjadi dasar kerja sama pendidikan vokasi, agar siswa tidak hanya belajar teori tapi juga terlibat langsung dalam proyek nyata yang berkelanjutan,” jelas Toni.

Menteri Mu’ti menegaskan bahwa pihaknya akan mengkaji integrasi program ini ke dalam agenda nasional sekolah ramah lingkungan. Dengan kerja sama lintas negara seperti ini, ia berharap pendidikan Indonesia bisa menjadi agen perubahan dalam transisi menuju masyarakat yang lebih hijau dan berkelanjutan.

Jeju, Korea Selatan, 13 Mei 2025 – Dalam rangkaian acara Forum Menteri Pendidikan APEC ketujuh, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti mengadakan pertemuan bilateral dengan Gubernur Provinsi Jeju, Korea Selatan (13/5).

Didampingi Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk Korea, Amaliah Fitriah, Mendikdasmen membahas potensi kerja sama terkait pengelolaan energi terbarukan dan manajemen pengelolaan limbah dalam kerangka sekolah ramah lingkungan.

Terkait sekolah ramah lingkungan, Menteri Mu’ti sempat menyampaikan peluang kerja sama yang mencakup pemanfaatan tenaga surya dan energi terbarukan lainnya untuk membantu satuan pendidikan di daerah-daerah yang belum terjangkau listrik.

“Beberapa daerah di Indonesia belum terjangkau listrik. Pemanfaatan energi terbarukan untuk menyediakan listrik di daerah-daerah ini akan sangat embantu sekolah ramah lingkungan,” tuturnya.

Tak sampai di situ, Menteri Mu’ti juga menyampaikan bahwa pengelolaan limbah atau sampah di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah juga perlu ditingkatkan.

Hal ini bisa menjadi salah satu peluang kerja sama yang lebih besar antara pemerintah provinsi Jeju Korea Selatan dengan Kemendikdasmen Republik Indonesia untuk peningkatan kesadaran pengelolaan limbah. Di mana sebelumnya kerja sama tersebut sudah dilakukan dengan sekolah di Bontang, Kalimantan Timur.

“Model pengelolaan limbah yang sudah dilakukan oleh Provinsi Jeju dapat direplika di daerah terpilih di Indonesia,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Provinsi Jeju, Oh Young-hun menyampaikan ketertarikannya, khususnya bidang energi terbarukan dan transisi energi.

“Kami sangat tertarik untuk memperlihatkan model energi terbarukan kami diterapkan di negara lain,” kata Gubernur Oh.

Menteri Mu’ti pun merespons dengan kemungkinan akan memasukkan kedua kerja sama tersebut dalam program sekolah ramah lingkungan.

Kepala BSKAP, Toni Toharudin turut menambahkan bahwa peluang kerja sama juga bisa mengarah ke pendidikan vokasi.

“Pemerintah Jeju juga dapat bekerja sama dengan Kemendikdasmen terkait dengan penerapan proyek percontohan di Indonesia yang mengadopsi teknologi dan praktik terbaik dari Jeju dalam pengelolaan energi terbarukan,” ucap Toni.

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru