Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Butuh Sinergi Semua Pihak

- Penulis

Sabtu, 19 April 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara. (dok. Kemendikdasmen)

Mendikdasmen Abdul Mu’ti, saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara. (dok. Kemendikdasmen)

JAKARTA – “Pendidikan adalah amanah konstitusi. Kita semua bertanggung jawab mewujudkannya.”
Pernyataan itu disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, saat membuka Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Tenggara (Sultra) di Rumah Jabatan Gubernur Sultra, Kota Kendari, Kamis (17/4/2025).

Dalam forum itu, ia menekankan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan untuk mempercepat tercapainya visi Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Menurutnya, perbaikan kualitas pendidikan, khususnya pada jenjang dasar dan menengah, bukan hanya menjadi target kebijakan, tetapi amanah konstitusi yang termaktub dalam Pasal 31 Ayat 3 Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini juga sejalan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 yang mengatur tentang arah, visi, dan misi pendidikan nasional.

“Presiden Prabowo telah memberikan amanat yang sangat jelas: kita harus memperkuat pendidikan karakter, meningkatkan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia kerja, serta membangun sistem pendidikan dasar dan menengah yang lebih kokoh,” ujar Mu’ti di hadapan para peserta musyawarah.

Salah satu pendekatan yang kini menjadi perhatian pemerintah adalah penguatan metode Deep Learning atau pembelajaran mendalam. Konsep ini diyakini mampu membangun kecakapan berpikir tingkat tinggi pada siswa serta mendorong penerapan ilmu secara kontekstual dalam kehidupan nyata.

“Pembelajaran yang bermakna, berkesadaran, dan menyenangkan adalah inti dari Deep Learning. Kita ingin anak-anak Indonesia tak hanya cerdas, tapi juga gemar belajar sepanjang hayat,” jelasnya.

Ia pun menyoroti tantangan penurunan angka literasi dan numerasi di Indonesia yang masih menjadi pekerjaan rumah besar. Menurut laporan PISA (Programme for International Student Assessment) 2022, Indonesia masih berada di bawah rata-rata OECD dalam hal kemampuan membaca dan matematika.

“Kalau anak-anak tidak suka membaca, bagaimana mereka bisa memahami dunia? Maka pembelajaran sepanjang hayat harus dimulai sejak dini dan didukung oleh semua pihak,” tambah Mu’ti.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sultra, Akhmad Aljufri, menyatakan dukungannya terhadap upaya Kementerian dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasional.

“Kami di Muhammadiyah akan terus berkolaborasi dan mendukung program Kemendikdasmen untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik,” katanya.

Musyawarah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah ini menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama antara pemerintah dan organisasi masyarakat dalam memperkuat fondasi pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkarakter. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru