GORONTALO – Aksi cepat dan sigap kembali ditunjukkan oleh TNI Angkatan Laut. Kali ini, melalui Pangkalan TNI AL (Lanal) Gorontalo, tim berhasil mengevakuasi sepuluh mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terseret arus Sungai Dunggilata di Kabupaten Bone Bolango.
Operasi penyelamatan yang melibatkan Tim SAR Gabungan ini berlangsung dramatis dan penuh tantangan sejak Selasa sore hingga Rabu dini hari, 16 April 2025.
Peristiwa memilukan ini terjadi pada Selasa (15/4/2025), sekitar pukul 16.00 WITA. Sepuluh mahasiswa Jurusan Teknik Geologi UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, hendak menyeberangi sungai usai melakukan pemetaan wilayah pegunungan. Namun tanpa diduga, debit air tiba-tiba meningkat akibat luapan dari hulu sungai, menyeret seluruh peserta KKN ke arus deras.
Menerima laporan kejadian tersebut, Lanal Gorontalo langsung berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri, Basarnas, BPBD, serta warga setempat untuk membentuk tim pencarian dan penyelamatan. Operasi SAR segera dilakukan dengan menyisir aliran sungai sepanjang area kejadian.
“Begitu kami terima informasi, kami langsung bergerak. Kami kerahkan personel untuk menyisir area dengan perahu karet dan peralatan SAR lengkap,” ujar Komandan Lanal Gorontalo, Letkol Laut (P) Martha Novalianto, dalam keterangannya, Kamis (17/4/2025).
Upaya tanpa lelah tersebut membuahkan hasil. Pada Rabu dini hari (16/4/2025) pukul 01.45 WITA, seluruh korban berhasil ditemukan. Tujuh mahasiswa dinyatakan selamat, sementara tiga lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Seluruh korban langsung dievakuasi ke Posko SAR dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh tim medis.
Evakuasi ini, kata Letkol Martha, mencerminkan kekuatan kolaborasi dan respons cepat lintas instansi dalam menghadapi situasi darurat.
“Ini adalah wujud nyata sinergi kami bersama aparat dan masyarakat. TNI AL, khususnya Lanal Gorontalo, akan selalu siap merespons setiap keadaan darurat yang mengancam keselamatan rakyat, terutama yang berkaitan dengan perairan,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam operasi ini merupakan bagian dari Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sebagaimana diamanatkan dalam tugas pokok TNI.
Penekanan serupa juga telah disampaikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali. Dalam berbagai kesempatan, Laksamana Ali menegaskan bahwa TNI AL harus hadir di tengah masyarakat kapan pun dibutuhkan, terutama dalam menghadapi bencana dan kecelakaan yang mengancam keselamatan jiwa.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas. TNI AL akan terus berdiri di garis depan untuk melindungi dan membantu warga dalam situasi darurat,” ujar Kasal dalam pernyataannya.
Operasi ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan, koordinasi, dan kecepatan tanggap adalah kunci dalam penyelamatan jiwa manusia. Meski tiga nyawa melayang, kehadiran Lanal Gorontalo dan Tim SAR Gabungan telah menyelamatkan tujuh mahasiswa lainnya dari maut.
Penulis : amanda az
Editor : reni diana













