Hangat dan Penuh Makna, Halal Bihalal UPTD SDN Pondok Ranji 03 dan 04 Warnai Hari Pertama Sekolah

- Penulis

Rabu, 9 April 2025 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Saling Bermaaf-Maafan saat Anak-Anak SDN 03 dan 04 Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Mengadakan Halal bi Halal Pada Hari Pertama Masuk Sekolah. (Rabu,9 April 2025) Dok.Istimewa

Suasana Saling Bermaaf-Maafan saat Anak-Anak SDN 03 dan 04 Pondok Ranji, Tangerang Selatan, Mengadakan Halal bi Halal Pada Hari Pertama Masuk Sekolah. (Rabu,9 April 2025) Dok.Istimewa

TANGERANG SELATAN – Setelah libur panjang Idulfitri, suasana hangat dan ceria menyambut siswa-siswi UPTD SDN Pondok Ranji 03 dan 04 di hari pertama masuk sekolah, Rabu (09/04/2025). Senyum merekah, tangan saling melambai, dan tawa kecil terdengar di halaman sekolah saat anak-anak kembali bertemu sahabat seperjuangan mereka.

“Aku kangen banget sama kamu!” seru seorang siswa sambil memeluk temannya erat.

Hari pertama kegiatan belajar mengajar (KBM) diawali dengan acara istimewa: Halal Bihalal yang mempertemukan seluruh dewan guru, komite sekolah, dan siswa-siswi dalam nuansa kebersamaan dan saling memaafkan. Bertempat di lapangan sekolah, acara ini menjadi momentum menyatukan hati dalam spirit Syawal.

Acara dipandu dengan hangat oleh Ibu Muanih yang menyapa siswa-siswi dengan penuh semangat, disambung tausiah oleh Bapak Ustadz Kautsar. Dalam pesannya, beliau menjelaskan makna filosofis dari halal bihalal dengan analogi sederhana namun mengena.

“Halal bihalal ini unik, karena hanya ada di Indonesia. Di Arab, tidak dikenal istilah ini. Tapi di sini, kita memaknai halal bihalal seperti benang kusut yang diurai perlahan, atau es yang mencair—itulah simbol dari hati yang saling memaafkan,” ujar Ustadz Kautsar di depan hadirin.

Beliau juga mengingatkan pentingnya terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

“Belajar dari seekor ulat yang berubah menjadi kupu-kupu. Ia tak langsung indah, tapi melewati proses panjang. Kita pun harus begitu. Jika belum bisa memberi manfaat, minimal jangan menyakiti.”

Tradisi halal bihalal yang kita kenal hari ini memiliki sejarah panjang. Dikenalkan pertama kali oleh ulama kharismatik KH Wahab Chasbullah pada tahun 1948, istilah ini ternyata juga ditemukan dalam manuskrip kuno Babad Cirebon. Pegiat Komunitas Pegon, Ayung Notonegoro, mengungkapkan bahwa dalam naskah Babad Cirebon CS 114/PNRI halaman 73, terdapat istilah “HALAL BAHALAL” yang ditulis dengan huruf Arab Pegon.

Menanggapi hal ini, Prof. Dr. Oman Fathurahman, Guru Besar Filologi dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menyatakan bahwa penelusuran manuskrip tentang istilah halal bihalal menjadi penting untuk melihat akar budaya dan praktik sosial Islam di Nusantara. Beliau menilai bahwa kemunculan istilah tersebut dalam naskah kuno memperkuat bukti bahwa tradisi halal bihalal adalah bagian dari kearifan lokal Islam Indonesia yang tumbuh secara organik dan unik.

Setelah tausiah, acara ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Bapak Burhan. Dalam doanya, beliau memohonkan ampunan dan keberkahan.

“Ya Allah, ampunilah dosa dan khilaf kami, limpahkanlah keberkahan dalam proses belajar mengajar, dan kuatkan kami dalam istiqomah beribadah,” doanya penuh harap.

Momen penutup ditandai dengan mushafahah saling bersalaman dan memaafkan diiringi lantunan shalawat merdu dari Ibu Aisah dan Ibu Muanih. Seluruh siswa, guru, dan komite larut dalam suasana haru dan kekeluargaan.

Acara sederhana ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan sekadar soal pelajaran, tapi juga soal membentuk hati dan karakter.

 

Penulis (Kontributor) : Burhan, S.Pd.I

Salah satu Tenaga Pengajar di SDN Pondok Ranji 03, Kota Tangerang Selatan, Ia Juga Aktif di Berbagai Kegiatan kemasyarakatan, Dakwah dan Kesehatan.

Penulis : Burhan, S.Pd.I

Editor : Rahmat Kurnia

Berita Terkait

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas
RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global
Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara
TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa
TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan
Alarm Pendidikan! 91 Persen Kasus Kekerasan di Sekolah adalah Kekerasan Seksual
FSGI Warning Keras: Lonjakan Korban MBG Makin Mengkhawatirkan
Revitalisasi Sekolah Digeber, 71 Ribu Satuan Pendidikan Siap Berbenah di 2026

Berita Terkait

Selasa, 14 April 2026 - 11:21 WIB

Tinjau Kesiapan TKA SD, Wamendikdasmen Pastikan Siswa Tak Perlu Cemas

Kamis, 9 April 2026 - 08:57 WIB

RI–India Perkuat Aliansi Kampus, Bidik Riset Bisnis dan Ekonomi Global

Rabu, 8 April 2026 - 04:30 WIB

Revisi UU Sisdiknas Menguat, DPR Janjikan Sistem Guru Lebih Adil dan Setara

Selasa, 7 April 2026 - 21:27 WIB

TKA SMP Gelombang Pertama Berjalan Lancar, Partisipasi Capai Hampir 2 Juta Siswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:30 WIB

TKA SMP di Curug Berjalan Hangat, Murid Antusias Ikuti Asesmen Tanpa Tekanan

Berita Terbaru