229 Juta Warga RI Online, Pakar UGM Ingatkan Bahaya Jika Anak Tak Didampingi di Era Digital

- Penulis

Kamis, 8 Januari 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi G-Z dimana-mana menggunakan internet di handponenya. (ilusrasi ai-rentak.id)

Ilustrasi G-Z dimana-mana menggunakan internet di handponenya. (ilusrasi ai-rentak.id)

YOGYAKARTA – Ledakan penggunaan internet di Indonesia membawa perubahan besar dalam pola tumbuh kembang generasi muda. Di tengah derasnya arus teknologi digital, kualitas karakter, kesehatan mental, dan pembentukan identitas anak menjadi tantangan serius yang tak bisa diabaikan.

Hal itu disampaikan Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog, dalam orasi ilmiah Dies Natalis ke-61 Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) yang digelar dalam Rapat Terbuka Senat, Kamis (8/1/2026).

Dalam orasinya, Prof. Tina mengangkat tema “Sinergi Keluarga–Sekolah–Masyarakat–Media untuk Meningkatkan Kualitas Individu di Era Digital: Perspektif Psikologi Perkembangan”.

Mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Tahun 2025, Prof. Tina menyebutkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta jiwa. Mayoritas pengguna berasal dari Generasi Z, Generasi Y, dan Generasi Alpha.

Menurutnya, transformasi digital memang menghadirkan manfaat luar biasa dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari komunikasi, pendidikan, hingga dunia kerja. Namun di sisi lain, perkembangan ini juga menyimpan risiko serius jika tidak dikelola secara bijak.

“Karena itu, dibutuhkan sinergi ekosistemik yang terencana, berkelanjutan, dan saling menguatkan antara keluarga, sekolah, masyarakat, dan media,” ujar Prof. Tina.

Ia memaparkan sejumlah tantangan perkembangan individu di era digital, mulai dari perubahan pola perkembangan kognitif, dinamika sosio-emosional, proses pembentukan identitas diri, hingga paparan konten tidak sehat dan berbagai risiko online yang dapat berdampak pada kesehatan mental serta karakter anak.

Dalam konteks ini, keluarga ditempatkan sebagai fondasi utama perkembangan individu. Prof. Tina menekankan pentingnya transformasi pola pengasuhan dari pendekatan kontrol menuju kolaborasi, penguatan resiliensi keluarga, serta peran strategis ayah dalam praktik digital parenting.

Pendekatan tersebut sejalan dengan komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN dalam memperkuat fungsi keluarga melalui berbagai program pembangunan keluarga dan pengasuhan berbasis siklus kehidupan.

Menutup orasi ilmiahnya, Prof. Tina menegaskan bahwa sinergi menjadi kunci utama dalam mendidik generasi digital.

“Sinergi bukan berarti menyeragamkan, melainkan menyatukan peran dengan tetap menjaga karakter dan otonomi masing-masing pihak. Kita harus menjadi digital wise, bukan digital immigrant yang resisten terhadap perubahan, dan bukan pula digital native yang naif terhadap risiko,” tegasnya.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Tembakau Mojo Lumajang dan Kisah Minak Jinggo yang Hidup di Masyarakat
Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif
TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026
Air Kemasan, PDAM, Sumur atau Isi Ulang, Mana yang Paling Aman untuk Diminum? Ini Penjelasannya
KAI Daop 1 Peringati Hari Anak Nasional 2026 dengan Edukasi Perkeretaapian di Stasiun Gambir
Manfaat Talas untuk Penderita Diabetes, Bisa Jadi Pengganti Nasi yang Lebih Aman

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:45 WIB

Tembakau Mojo Lumajang dan Kisah Minak Jinggo yang Hidup di Masyarakat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Bukan untuk Pembayaran, Ini Sejarah QR Code yang Berawal dari Industri Otomotif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 23:08 WIB

TECNO POVA 8 Pro 5G Resmi Meluncur di Indonesia, Hadirkan Dual Chipset, Sony LYTIA 700C, dan Kolaborasi Eksklusif bersama Tonino Lamborghini

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Jumat, 4 September 2026 - 21:41 WIB

Experience Luxury, KAI Wisata Bawa Kemewahan Perjalanan Kereta ke KAI Expo 2026

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB