Wamen P2MI: Perempuan Migran Adalah Pahlawan Masa Kini, Layak Dapat Perlindungan Maksimal

- Penulis

Senin, 21 April 2025 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Christina Aryani (dok. kemenp2mi)

Christina Aryani (dok. kemenp2mi)

JAKARTA  – Semangat perjuangan Kartini tak lekang oleh waktu. Di tengah peringatan Hari Kartini, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani, mengajak seluruh perempuan Indonesia, khususnya para pekerja migran, untuk meneladani keberanian dan tekad Kartini dalam memperjuangkan hak-hak perempuan.

“Semangat Kartini adalah semangat yang menyatukan kita untuk terus memperjuangkan hak-hak perempuan di setiap aspek kehidupan,” ujar Christina dalam pernyataannya di Jakarta, Senin (21/4/2025).

“Semoga dengan kerja keras kita bersama, perempuan Indonesia—baik yang bekerja di dalam negeri maupun di luar negeri—dapat meraih masa depan yang lebih sejahtera dan terhormat.”

Menurutnya, perjuangan Kartini yang dulu menembus batas-batas sosial dan memperjuangkan akses pendidikan bagi perempuan, telah membuka jalan bagi generasi masa kini untuk terus melangkah maju. Perempuan Indonesia hari ini, kata Christina, memiliki kekuatan untuk mengatasi berbagai rintangan dan memperjuangkan kesetaraan, termasuk dalam hal bekerja dan berkontribusi sebagai pekerja migran.

“Banyak perempuan Indonesia yang berani mengambil keputusan besar untuk bekerja di luar negeri demi kehidupan yang lebih baik. Mereka adalah pahlawan yang tak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga turut membangun perekonomian bangsa,” katanya.

Namun, Christina juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi perempuan pekerja migran, mulai dari risiko eksploitasi hingga kekerasan dan diskriminasi di negara penempatan.

“Fakta menunjukkan bahwa perempuan migran termasuk kelompok paling rentan. Itulah sebabnya pelindungan terhadap mereka harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Dalam upaya konkret, Kementerian P2MI terus memperkuat pelindungan bagi pekerja migran perempuan melalui berbagai kebijakan dan layanan. Salah satunya adalah Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Siskop2mi), yang berfungsi sebagai pusat informasi dan pengaduan bagi pekerja migran, termasuk perempuan.

“Kami berkomitmen memberikan pelindungan maksimal bagi seluruh pekerja migran, khususnya perempuan. Siskop2mi menjadi bagian dari langkah nyata kami untuk memastikan hak dan keamanan mereka terjaga,” pungkas Christina.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB