Tinggalkan Jabatan Kades, Dodi Pilih Kembali Jadi Pekerja Migran di Jepang

- Penulis

Jumat, 14 Februari 2025 - 17:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doni Ramdoni Mantan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini memilih meninggalkan posisinya demi kembali bekerja di Jepang. (dok.r.id)

Doni Ramdoni Mantan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini memilih meninggalkan posisinya demi kembali bekerja di Jepang. (dok.r.id)

JAKARTA – Tak banyak yang rela melepaskan jabatan demi merantau ke negeri orang, tapi Dodi Romdani punya pandangan berbeda.

Mantan Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini memilih meninggalkan posisinya demi kembali bekerja di Jepang sebagai pekerja migran Indonesia (PMI). Keputusan Dodi pun viral di media sosial dan menjadi perbincangan hangat.

Bukan pertama kali Dodi bekerja di Jepang. Pada 2009-2012, ia sudah lebih dulu meniti karier di sektor pengelasan kapal di Negeri Sakura. Setelah itu, ia pulang ke Indonesia, terjun ke dunia pemerintahan desa, dan terpilih sebagai kades pada 2019.

Namun, takdir membawanya kembali ke Jepang. Tawaran itu datang dari mantan bosnya yang berkunjung ke Indonesia.

“Kebetulan bos saya dari Jepang datang ke sini, ngajak ketemu. Dia bilang ada lowongan untuk eks pekerja Jepang, ya saya pikir-pikir dulu,” ungkap Dodi saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (14/2/2025).

Meski masih menjabat sebagai kepala desa, Dodi tergoda dengan peluang itu. Ia pun meminta restu keluarga sebelum akhirnya memutuskan untuk tidak mencalonkan diri lagi dalam Pilkades 2024.

“[Memang] rencana tidak akan nyalon lagi,” ujarnya singkat.

Keputusan itu bukan tanpa persiapan. Selama menjadi kades, Dodi memanfaatkan tabungannya untuk membuka usaha pangkalan gas LPG dan bertani. “Alhamdulillah, cukup buat makan anak istri. Saya juga bertani, ke sawah, ke kebun,” tuturnya.

Akhirnya, pada November 2024, Dodi berangkat ke Jepang melalui jalur resmi. Ia menegaskan bahwa bekerja di luar negeri secara legal memberikan banyak keuntungan, termasuk perlindungan hukum dan gaji yang menjanjikan.

“Alhamdulillah, kalau sama lembur bisa sampai Rp30 juta per bulan,” kata Dodi.

Sementara itu, Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengingatkan pentingnya berangkat ke luar negeri secara legal agar pekerja terlindungi dari risiko.

“Berangkat secara non-prosedural itu penuh risiko yang kadang di luar kendali kami,” ujar Wamen Christina, Kamis (30/1/2025).

Keputusan Dodi membuktikan bahwa menjadi pekerja migran bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga pilihan hidup yang penuh perhitungan. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan
May Day 2026: Buruh Turun ke DPR, Tolak Seremoni dan Desak UU Ketenagakerjaan Baru

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Senin, 13 April 2026 - 08:21 WIB

Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB