Topik Buruh

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

Nasional

Puluhan Ribu Buruh Akan Gelar Aksi di Istana, Tolak PP Pengupahan dan Kenaikan Upah Minimum 2025

Nasional | Selasa, 16 Desember 2025 - 18:57 WIB

Selasa, 16 Desember 2025 - 18:57 WIB

“KSPI menolak PP Pengupahan jika benar peraturan pemerintah itu sudah ditandatangani. Ini aturan yang akan mengikat jutaan buruh dan bisa berlaku hingga puluhan tahun, tetapi tidak pernah dibahas secara mendalam bersama serikat pekerja,” ujar Said Iqbal, Selasa (16/12/2025).

Said Iqbal  (dok.rentak.id)

Nasional

KSPI dan Partai Buruh Gelar Aksi Nasional 30 Oktober 2025, Tuntut Hapus Outsourcing dan Naikkan Upah Minimum

Nasional | Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:07 WIB

Kamis, 23 Oktober 2025 - 19:07 WIB

“Di Bandung akan turun sekitar dua ribu buruh, di Semarang seribu lima ratus, Surabaya lima ribu, Batam seribu, dan di Medan juga sekitar seribu buruh,” jelas Said Iqbal, Kamis (23/10/2025)

Said Iqbal (dok. rentak.id)

Ekonomi

PHK Massal PT Gudang Garam Tuban Viral, Said Iqbal Desak Pemerintah Selamatkan Industri Rokok Nasional

Ekonomi | Sabtu, 6 September 2025 - 13:59 WIB

Sabtu, 6 September 2025 - 13:59 WIB

“PHK massal ini bukan hanya berdampak pada pekerja yang terkena PHK, tetapi juga keluarga mereka. Ada anak, istri, dan orang tua yang menggantungkan hidup pada penghasilan mereka,” ujar Said Iqbal, Sabtu (6/9/2025).

Said Iqbal (dok. rentak.id)

Nasional

Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi Nasional 28 Agustus, Tuntut Kenaikan Upah 8,5–10,5% dan Hapus Outsourcing

Nasional | Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:30 WIB

Rabu, 27 Agustus 2025 - 07:30 WIB

JAKARTA – Puluhan ribu buruh dari berbagai wilayah di Indonesia akan menggelar aksi nasional serentak pada Kamis, 28 Agustus 2025. Aksi besar ini dipelopori…

Said Iqbal (dok. rentak.id)

Nasional

Aksi Buruh 20 Juni: Tuntut Hentikan Perang Iran-Israel dan Genosida di Gaza

Nasional | Rabu, 18 Juni 2025 - 19:00 WIB

Rabu, 18 Juni 2025 - 19:00 WIB

“Buruh bukan hanya bekerja. Buruh adalah manusia. Dan perang, seperti yang terjadi hari ini, telah mencabut kemanusiaan kita,” ujar Said Iqbal dalam keterangan resminya, Rabu (18/6/2025).

Said Iqbal . (dok. rentak.id)

Nasional

Said Iqbal: BSU Rawan Kebocoran, Pemerintah Harus Ubah Cara Penyaluran

Nasional | Rabu, 11 Juni 2025 - 19:05 WIB

Rabu, 11 Juni 2025 - 19:05 WIB

“Selepas dua bulan, daya beli buruh dipastikan kembali turun. Ini hanya upaya mengejar angka pertumbuhan ekonomi, bukan kualitasnya,” ujarnya, Rabu (11/6/2025).

Said Iqbal saat paparkan demo di depan kantor Kemenaker. (dok. rentak.id)

Nasional

Gelombang PHK Melanda Industri: 80 Perusahaan PHK Buruh, Said Iqbal Kritik Data Kemnaker

Nasional | Selasa, 27 Mei 2025 - 13:13 WIB

Selasa, 27 Mei 2025 - 13:13 WIB

“Ini bukan PHK biasa. Ini seperti membuang orang-orang yang sudah puluhan tahun mengabdi, tanpa penghormatan sedikit pun,” kata Presiden Partai Buruh dan KSPI, Said Iqbal, Selasa (27/5/2025).

Buruh demo ke rumah pemilik Sritex. (dok. rentak.id)

Ragam

Ratusan Buruh Gelar Aksi di Rumah Pemilik PT Sritex, Tuntut THR dan Pesangon Dibayar

Ragam | Jumat, 21 Maret 2025 - 21:05 WIB

Jumat, 21 Maret 2025 - 21:05 WIB

JAKARTA – Ratusan buruh yang tergabung dalam KSPI, Partai Buruh, serta pekerja PT Sritex menggelar aksi unjuk rasa di depan rumah pemilik PT Sritex, Iwan Lukminto, di Jl Bhayangkara No. 59, Sriwedari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (21/3/2025).

Ilustrasi KSPI akan demo  soal Danantara. (By: Chatgpt)

Ragam

Buruh Tuntut JKP dan THR, KSPI-Partai Buruh Ancam Aksi Besar 20-21 Maret 2025

Ragam | Senin, 17 Maret 2025 - 20:56 WIB

Senin, 17 Maret 2025 - 20:56 WIB

“Mereka hanya ingin memastikan pesangon dan THR mereka dibayarkan. Namun, faktanya, lebih dari 12 ribu buruh dari kedua perusahaan ini tak mendapat hak tersebut,” tegasnya  Senin (17/3/2025).

PT Sri Rejeki Isman Textile (Sritex) Tbk menggelar sebuah momen perpisahan bersama ribuan karyawan. (Sumber Istimewa)

Ragam

12.000 Karyawan PT Sritex Kena PHK: DPR Desak Hak Pekerja Dipenuhi

Ragam | Minggu, 2 Maret 2025 - 20:23 WIB

Minggu, 2 Maret 2025 - 20:23 WIB

Sebanyak 12.000 karyawan kini menghadapi ketidakpastian setelah perusahaan tekstil raksasa tersebut dinyatakan berhenti beroperasi.