JAKARTA – Permohonan Sonny Sonjaya menjadi tersangka yang bekerja sama (justice collaborator/JC) dalam perkara korupsi program makan bergizi gratis (MBG) ditolak Kejaksaan Agung (Kejagung). Sekalipun berani buka-bukaan, Kejagung menilai Sonny tak memenuhi syarat menjadi JC. Sinyalemen penanganan perkara MBG bakal terlokalisir?
Dirdik Jampidsus Kejagung Syarief Sulaeman Nahdi menilai Sonny tak memenuhi syarat menjadi JC karena tergolong pelaku utama dan tidak mengakui perbuatan. Hal ini sesuai dengan UU Perlindungan Saksi dan Korban, Surat Edaran MA serta Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : B-1964/F/Fd.1/09/2017.
“Saudara SS ini merupakan pihak yang paling bertanggung jawab dalam hal penentuan atau verifikasi titik-titik SPPG, sehingga dengan demikian yang bersangkutan ini merupakan pelaku utama,” kata Syarief, di Gedung Bundar, Jampidsus, Jakarta, Selasa (23/6).
Sonny merasa layak menjadi JC karena memiliki informasi penting dalam mengungkap sosok-sosok kakap yang turut menggangsir program MBG. Malahan Sonny merasa memiliki kartu orang kuat yang bisa membuat geger kalau diperiksa penyidik. Keinginan Sonny untuk bersuara, telah disampaikan ketika ditangkap penyidik di Hotel Ritz Charlton, Jakarta.
Dirinya berharap mendapatkan perlindungan hukum untuk mengungkap kasus lebih luas, dan tidak menjadi kambing hitam. Sejauh ini, Kejagung menersangkakan 6 orang termasuk Dadan Hindayana dan Lodewijk Pusung. Hanya Sonny, Dadan dan Lodewijk pimpinan BGN yang menjadi tersangka.
Sementara Syarief mengatakan, dari hasil pemeriksaan, Sonny bukan tersangka lapis kedua yang keterangannya mampu mengungkap sosok lapis utama. “Bukan merupakan pelaku yang dari kedua yang akan membuka pelaku di atasnya,” ungkapnya.
Diketahui, Sonny telah memberikan 41 nama yang dianggap ikut terlibat kepada penyidik. Syarief mengapresiasi informasi yang diberikan Sonny. Kini penyidik tengah mendalami daftar nama-nama tersebut untuk selanjutnya dilakukan pemanggilan.
Sekalipun begitu, Syarief tidak menyebutkan apakah ada nama besar yang diungkap Sonny dalam pemeriksaan sebelumnya. “Nama-nama itu harus kita perdalam dulu,” ujarnya. (WIN)






