SOM-ED 2025: Indonesia Tegaskan Komitmen Pendidikan Anak Usia Dini di ASEAN

- Penulis

Sabtu, 23 Agustus 2025 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti (dok. rentak.id)

Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti (dok. rentak.id)

BANGKOK – Delegasi Indonesia yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti, hadir dalam sidang ke-20 ASEAN Senior Officials Meeting on Education (20th SOM-ED) yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 21–22 Agustus 2025.

Dalam forum tersebut, Suharti menjadi pemimpin delegasi Pemerintah Republik Indonesia yang terdiri atas perwakilan dari Kemendikdasmen, Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Kementerian Luar Negeri, serta Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Bangkok.

Dalam sidang, Suharti memaparkan perkembangan penyusunan ASEAN–SEAMEO Joint Roadmap on Early Childhood Care and Education (ECCE) in Southeast Asia. Peta jalan ini merupakan tindak lanjut dari ASEAN Leaders’ Declaration on ECCE yang bertujuan memperkuat mutu pendidikan anak usia dini (PAUD) di kawasan.

“Peta jalan ini disusun sebagai panduan komprehensif untuk menggerakkan pembangunan sektor PAUD yang berkualitas. Kami berharap semangat kolaborasi yang terbangun selama proses penyusunan dapat terus berlanjut pada fase implementasi 2026–2030,” ujar Suharti dalam sidang yang dihadiri pejabat tinggi dari 11 negara anggota ASEAN.

Ia juga mengajak seluruh negara ASEAN berkolaborasi melalui tiga inisiatif utama, yakni:

Memperkuat dialog regional dan berbagi praktik baik,

Meningkatkan kapasitas pembuat kebijakan dan tenaga PAUD,

Membangun kerangka pemantauan regional berbasis bukti.

Komitmen Indonesia pada ASEAN Workplan on Education

Selain fokus pada PAUD, Suharti menyampaikan inisiatif Indonesia untuk mendukung implementasi ASEAN Workplan on Education 2021–2025, di antaranya:

Peluncuran Panduan Nasional Pendidikan Iklim untuk integrasi pendidikan lingkungan di sekolah,

Pengembangan Rumah Pendidikan,

Peningkatan kapasitas kepemimpinan guru melalui program di tujuh Pusat SEAMEO yang ada di Indonesia.

“Melalui capaian ini, Indonesia menegaskan komitmen kuat terhadap ASEAN Workplan on Education yang sedang berjalan, sekaligus mendukung penuh penyusunan ASEAN Workplan 2026–2030,” tegasnya.

Pemimpin sidang, Dr. Suthep Kaengsanthia yang juga Permanent Secretary of Education Thailand, menekankan pentingnya kerja sama pendidikan di kawasan. Menurutnya, pelajar ASEAN harus dibekali keterampilan yang relevan untuk menghadapi perubahan global yang cepat.

Senada, Direktur Institut Leimena, Matius Ho, menambahkan bahwa penguatan kerja sama pendidikan juga harus melibatkan aspek keagamaan dan lintas budaya. Sebagai tindak lanjut, Institut Leimena bersama Kemendikdasmen akan menyelenggarakan International Conference on Cross-Cultural Religious Literacy bertema “Education and Social Trust in Multifaith and Multicultural Societies” pada 11–12 November 2025 di Jakarta.

“Kami bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan konferensi internasional ini. Kami mengundang seluruhnya untuk hadir di Jakarta pada 11–12 November 2025,” pungkas Matius.

Penulis : amanda az

Editor : reni diana

Berita Terkait

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:44 WIB

Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Berita Terbaru