Senator Irman Gusman: Penurunan TKD di RAPBN 2026 Harus Jadi Momentum Pemda Tingkatkan PAD

- Penulis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Irman Gusman. (dok. pribadi)

Irman Gusman. (dok. pribadi)

JAKARTA – Senator Republik Indonesia asal Sumatera Barat, Irman Gusman, menilai penurunan alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam RAPBN 2026 harus dijadikan momentum bagi pemerintah daerah (pemda) untuk lebih kreatif dan inovatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, pengurangan anggaran pusat tidak boleh ditutup dengan solusi instan yang justru membebani masyarakat kecil.

“Pengurangan transfer pusat memang memberatkan pemda, tapi justru di sinilah tantangan bagi daerah untuk menggali potensi fiskal secara kreatif dan inovatif,” ujar Irman Gusman, anggota Komite I DPD RI, Kamis (21/8/2025).

Dalam RAPBN 2026, pemerintah hanya mengalokasikan Rp650 triliun untuk TKD, turun 24,7 persen dari proyeksi realisasi 2025 yang mencapai Rp864,1 triliun. Angka ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir.

Irman menegaskan, solusi meningkatkan PAD tidak harus selalu menaikkan pajak dan retribusi. Alternatif lain dapat dilakukan dengan mengoptimalkan kinerja BUMD, pemanfaatan aset daerah, memperluas kerjasama investasi, hingga membuka potensi wisata dan ekonomi kreatif.

“Kuncinya tidak harus selalu menaikkan pajak. Pemerintah daerah bisa lebih mengembangkan sektor lain yang punya potensi besar untuk mendorong pendapatan,” tambahnya.

Irman juga mengingatkan agar penyesuaian tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

“Harus ada musyawarah agar kebijakan fiskal tidak menimbulkan keresahan. Jangan sampai rakyat terbebani karena itu harus menimbang kemampuan masyarakat itu sendiri,” tegasnya, yang juga merupakan Dewan Pakar Majelis Ekonomi bidang UMKM PP Muhammadiyah.

Ia mencontohkan kasus di beberapa daerah seperti Pati, Cirebon, dan Bone, di mana kenaikan PBB-P2 memicu protes warga karena dianggap memberatkan. “Kasus ini memberi pelajaran penting bahwa kebijakan pajak tanpa komunikasi publik yang baik bisa menimbulkan gejolak sosial. Itu yang harus dihindari,” ujarnya.

Lebih lanjut, Irman meminta pemerintah pusat tetap menjaga keadilan fiskal di tengah kondisi anggaran yang terbatas. Ia menekankan perlunya perhatian khusus bagi daerah yang masih sangat bergantung pada TKD.

“Di wilayah seperti itu, sektor jasa dan sumber PAD lain belum berkembang. Kalau transfer pusat dikurangi tanpa kompensasi, pembangunan bisa terhambat dan rakyat yang paling merasakan dampaknya,” jelasnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan bahwa meski alokasi TKD menurun, belanja pemerintah pusat untuk daerah justru mengalami peningkatan signifikan.

“Manfaat dari program belanja pemerintah pusat juga dirasakan oleh masyarakat di daerah,” kata Sri Mulyani dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan 2026 di Jakarta, Jumat (15/8/2025).

Ia merinci alokasi TKD dalam RAPBN 2026 sebesar Rp650 triliun yang terdiri dari:

Dana Bagi Hasil (DBH): Rp45,1 triliun

Dana Alokasi Khusus (DAK): Rp155,1 triliun

Dana Alokasi Umum (DAU): Rp373,8 triliun

Dana Otonomi Khusus (Otsus): Rp13,1 triliun

Dana Afirmasi Istimewa DIY: Rp500 miliar

Dana Desa: Rp60,6 triliun

Insentif Fiskal: Rp1,8 triliun

Dengan demikian, pemerintah berharap penyesuaian anggaran tetap mampu menjaga pembangunan di daerah sekaligus mendorong kemandirian fiskal pemda.

Penulis : regardo sipiroko

Editor : gardo

Berita Terkait

Pantau Langsung di Bekasi, BULOG Pastikan Bantuan Pangan Presiden Tepat Sasaran dan Diserbu Warga
Ratusan Ternak Impor Masuk, Barantin Pastikan Bebas Penyakit Berbahaya
Pantau Pasar Jakarta, BULOG Pastikan Minyakita Cukup dan Harga Terkendali
Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Rilis Aturan Baru Cemaran Mikroba
Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Ketahanan Pangan Terjaga
BULOG Genjot Bantuan Pangan di Lombok Utara, Puluhan Ribu Warga Jadi Sasaran
Pelaporan SPT Tembus 10,7 Juta, DJP Dorong Wajib Pajak Segera Aktifkan Coretax
Panen Raya Ngawi Digenjot, BULOG Kejar Target 4 Juta Ton demi Swasembada Pangan 2026

Berita Terkait

Rabu, 15 April 2026 - 11:08 WIB

Ratusan Ternak Impor Masuk, Barantin Pastikan Bebas Penyakit Berbahaya

Selasa, 14 April 2026 - 18:59 WIB

Pantau Pasar Jakarta, BULOG Pastikan Minyakita Cukup dan Harga Terkendali

Selasa, 14 April 2026 - 09:45 WIB

Cegah Pangan Berbahaya, BPOM Rilis Aturan Baru Cemaran Mikroba

Jumat, 10 April 2026 - 08:09 WIB

Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Ketahanan Pangan Terjaga

Rabu, 8 April 2026 - 05:41 WIB

BULOG Genjot Bantuan Pangan di Lombok Utara, Puluhan Ribu Warga Jadi Sasaran

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB