Rencana Strategis Menteri Karding: Kerjasama Penempatan PMI ke Sejumlah Negara di Eropa

- Penulis

Selasa, 21 Januari 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Pemerintah Indonesia, melalui Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke negara-negara Eropa. Kerja sama ini dijadwalkan akan resmi disepakati pada Februari atau Maret 2025.

“Kami melihat peluang besar di Eropa, baik Timur maupun Barat. Contohnya, Slovakia saat ini sudah dalam tahap akhir pembahasan. Jika semua berjalan lancar, perjanjian kerja sama akan ditandatangani dalam beberapa bulan ke depan,” kata Karding saat memberikan keterangan pers pada Senin, 20 Januari 2025.

Rencana ini menargetkan penempatan hingga 10 ribu PMI ke berbagai sektor, seperti pertanian, restoran, dan perhotelan. Menurut Karding, kebutuhan tenaga kerja produktif di Eropa terus meningkat seiring dengan kondisi demografi yang menua di wilayah tersebut.

“Eropa sedang menghadapi kekurangan tenaga kerja produktif. Ini adalah peluang yang tidak boleh kita lewatkan,” tegasnya.

Untuk mempersiapkan para calon PMI, pemerintah akan memperkuat pelatihan keterampilan dan penguasaan bahasa asing. Hal ini dinilai penting agar para pekerja mampu bersaing di pasar global.

“Tidak mudah memastikan semua calon PMI terampil dan menguasai bahasa. Namun, kami percaya dengan kerja keras dan dukungan lintas sektor, ini bisa dilakukan,” ujar Karding.

Selain itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain untuk meningkatkan perlindungan PMI. Saat ini, P2MI bekerja sama dengan 12 kementerian, termasuk Kementerian Sosial (Kemensos) dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), untuk menjamin perlindungan dan kualitas tenaga kerja yang dikirim.

“Kami juga melibatkan sektor swasta agar fokus tidak hanya pada penempatan PMI, tetapi juga peningkatan keahlian mereka. Ini penting untuk mengurangi dominasi sektor domestik,” tambahnya.

Karding juga memaparkan upaya pemerintah dalam memberdayakan PMI purna melalui program “Desa Migran Emas.” Program yang dikembangkan bersama Kemensos dan Baznas ini bertujuan membantu para mantan PMI menjadi pengusaha di daerah asal mereka.

“Setelah pulang, kami ingin mereka memiliki masa depan yang lebih cerah. Program ini menyediakan pelatihan, modal usaha, dan dukungan lainnya,” jelas Karding.

Terkait penanggulangan masalah PMI unprosedural, pemerintah akan mengintegrasikan data dengan Kemensos untuk memberikan layanan reintegrasi dan akses pemberdayaan usaha.

“Kami tidak hanya ingin mereka kembali dengan selamat, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan terlindungi di setiap tahap. Ini adalah komitmen kami,” tutupnya. (RKL)

Berita Terkait

Jembatan Bailey di Brebes Rampung, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Kian Cepat
Wamenaker Afriansyah Noor Fasilitasi Dialog PT Multistrada dan Serikat Pekerja di Bekasi
Perpres Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku, KSPI Kawal Hak Driver Dapat 92 Persen Pendapatan
Underpass Bitung Tangerang Dibangun, Kemacetan Jalur Pantura dan Akses Tol Merak Bakal Terurai
Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA
Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat
Proyek Normalisasi Sungai Ciliwung Dikebut, AHY Sebut Sudah Tembus 17 Kilometer
Permenaker 7/2026 Diprotes, KSPI dan Partai Buruh Desak Revisi Aturan Outsourcing

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:27 WIB

Jembatan Bailey di Brebes Rampung, Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II Kian Cepat

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:49 WIB

Perpres Potongan Ojol Maksimal 8 Persen Resmi Berlaku, KSPI Kawal Hak Driver Dapat 92 Persen Pendapatan

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:29 WIB

Underpass Bitung Tangerang Dibangun, Kemacetan Jalur Pantura dan Akses Tol Merak Bakal Terurai

Sabtu, 9 Mei 2026 - 08:02 WIB

Kemenag Siapkan Seleksi Majelis Masyayikh 2026–2031, Bentuk Tim AHWA

Sabtu, 9 Mei 2026 - 07:46 WIB

Menko Polkam Djamari Chaniago: Polri Harus Jadi Institusi yang Dicintai Rakyat

Berita Terbaru