Produk Indonesia Kian Dilirik Arab Saudi, Kemendag Perkuat Promosi dan Perluas Jaringan Bisnis

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poduk Indonesia di Arab (foto. ist)

Poduk Indonesia di Arab (foto. ist)

JAKARTA – Pasar Arab Saudi terus menunjukkan potensi besar bagi produk-produk unggulan Indonesia. Tingginya minat terhadap makanan dan minuman, barang konsumsi, hingga produk penunjang ekosistem haji dan umrah mendorong pemerintah untuk semakin agresif memperluas akses pasar di negara tersebut.

Melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indonesia terus memperkuat sinergi dengan perwakilan RI di Arab Saudi guna meningkatkan penetrasi produk nasional. Berbagai strategi dilakukan, mulai dari promosi dagang, pameran internasional, hingga penjajakan bisnis (business matching) dengan calon pembeli potensial.

Kepala Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah, Bagas Haryotejo, mengatakan permintaan terhadap produk Indonesia di Arab Saudi masih cukup tinggi. Karena itu, pihaknya terus menjaga momentum promosi sekaligus memperluas jaringan bisnis agar peluang ekspor semakin terbuka.

“Permintaan terhadap produk Indonesia di Arab Saudi cukup tinggi. Kami terus berupaya menjaga momentum promosi dan memperluas jejaring bisnis melalui berbagai kegiatan business matching, pameran dagang, dan promosi langsung kepada buyer potensial,” ujar Bagas, Kamis  (4/6/2026).

Menurut Bagas, berbagai kegiatan promosi yang digelar sejak awal 2026 telah menghasilkan sejumlah capaian positif. Beberapa di antaranya berupa kontrak pembelian makanan ringan serta penjajakan pembelian ikan kaleng, produk konsumen (consumer goods), dan produk tempe oleh mitra dagang Arab Saudi.

Selain itu, partisipasi produk Indonesia dalam pameran National Consumer Industries Exhibition (CONSMIX) yang berlangsung di Jeddah pada 5–17 Februari 2026 juga membuahkan hasil. Selama pameran berlangsung, transaksi langsung yang tercatat mencapai Rp168 juta.

“Capaian ini merefleksikan daya saing dan minat masyarakat Arab Saudi terhadap produk Indonesia. Kami akan mengawal komitmen dagang dan penjajakan yang sudah berjalan ini agar dapat berlanjut menjadi kontrak jangka panjang yang stabil,” katanya.

Tren positif tersebut berlanjut pada April 2026 ketika ITPC Jeddah memfasilitasi penandatanganan kesepakatan dagang komoditas cengkeh senilai Rp252 juta antara PT Navva Nusantara Commodities dan perusahaan Arab Saudi, Mandoub Saud Ghazi Al Masudi.

Perwakilan PT Navva Nusantara Commodities, Ati Hernawati Dani, menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan ITPC Jeddah dan KJRI Jeddah selama proses penjajakan hingga penandatanganan kontrak.

“Kami sangat terbantu mulai dari proses awal verifikasi hingga penandatanganan kontrak. Harapannya, relasi bisnis kami dengan buyer Arab Saudi dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan nilainya dapat terus meningkat,” ungkap Ati.

Sementara itu, Konsul Jenderal RI di Jeddah, Yusron Ambary, menilai kolaborasi antara promosi dagang dan diplomasi ekonomi terbukti efektif dalam membuka peluang pasar baru bagi produk-produk Indonesia, khususnya komoditas nonmigas.

“Sinergi promosi dan diplomasi perdagangan ini sangat efektif dalam membuka peluang pasar baru bagi produk-produk unggulan Indonesia. Kami berharap kolaborasi ini dapat mendorong para pelaku usaha Indonesia untuk berkembang dan memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan nilai ekspor nasional,” ujar Yusron.

Memasuki semester kedua 2026, ITPC Jeddah akan mengubah pendekatan promosi dengan lebih mendekatkan produk Indonesia kepada konsumen akhir. Strategi tersebut akan diwujudkan melalui program In-Store Promotion di sejumlah swalayan modern di Jeddah serta penguatan kerja sama dengan distributor lokal.

“Pendekatan promosi yang lebih dekat dengan konsumen akhir menjadi penting agar produk Indonesia dikenal sesuai dengan preferensi pasar Arab Saudi,” kata Bagas.

Tidak hanya itu, upaya peningkatan ekspor juga akan diperkuat melalui momentum Resepsi Diplomatik bertajuk Road to Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Kegiatan yang digelar bersama KJRI Jeddah tersebut ditujukan untuk menjaring lebih banyak buyer potensial dari Arab Saudi agar berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia 2026.

“Kami ingin memberikan gambaran langsung kepada para pelaku usaha Arab Saudi mengenai skala, kualitas, dan potensi komoditas yang akan dipamerkan. Melalui langkah ini, kami berharap dapat mendorong partisipasi buyer Arab Saudi pada TEI 2026,” pungkas Bagas.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru