Permahi Soroti Kenaikan Tarif Impor AS: Indonesia Harus Waspadai Dampaknya ke Industri Ekspor

- Penulis

Kamis, 10 Juli 2025 - 08:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Permahi Fahmi Namakule (dok. rentak.id)

Ketua Umum Permahi Fahmi Namakule (dok. rentak.id)

JAKARTA – Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Mahasiswa Hukum Indonesia (DPN Permahi) menyoroti kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menaikkan tarif impor sebesar 32 persen terhadap produk-produk asal Indonesia. Ketua Umum DPN Permahi, Fahmi Namakule, menyebut kebijakan itu tidak lepas dari dinamika politik luar negeri dan posisi geopolitik Indonesia saat ini.

“Menurut kami, sikap politik luar negeri Indonesia secara normatif masih bebas aktif. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, posisi tawar Indonesia di kancah geopolitik terlihat cenderung condong ke poros Timur. Ini yang bisa saja memantik reaksi dari Amerika Serikat sebagai penggerak utama poros Barat,” ujar Fahmi dalam keterangannya, Kamis (10/7/2025).

Fahmi menilai, dalam berbagai aspek seperti kebijakan ekonomi, keamanan, pertahanan, hingga isu hak asasi manusia (HAM), posisi Indonesia kerap berbeda dengan Amerika Serikat. Perbedaan ini dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi sikap AS dalam membuat kebijakan ekonomi luar negeri terhadap Indonesia.

Menurut Fahmi, Indonesia perlu menyikapi kebijakan kenaikan tarif impor ini secara serius. Pasalnya, banyak sektor industri di dalam negeri yang menggantungkan diri pada ekspor ke Amerika Serikat. Sektor-sektor tersebut di antaranya adalah kelapa sawit, tekstil, karet, elektronik, hingga produk makanan.

Lebih lanjut, Fahmi justru mengapresiasi pendekatan Presiden Prabowo Subianto dalam diplomasi ekonomi luar negeri. Ia menyebut, intensitas kehadiran Presiden Prabowo dalam berbagai forum strategis internasional dan kunjungan kenegaraan telah memperkuat posisi tawar Indonesia.

“Puncaknya adalah saat Indonesia resmi bergabung dengan BRICS, yang merupakan aliansi negara-negara dengan orientasi kerja sama ekonomi dan politik internasional,” jelasnya.

Menurutnya, BRICS bisa menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk memperluas pasar dan memperkuat hubungan bilateral di berbagai sektor. Dengan jumlah populasi gabungan negara anggota yang mencapai lebih dari 3 miliar jiwa, BRICS dinilai membuka akses pasar baru untuk produk unggulan Indonesia seperti batu bara, CPO, tekstil, hingga makanan olahan.

Fahmi juga menyoroti potensi kerja sama strategis dengan negara-negara anggota BRICS, seperti Rusia dalam bidang pertahanan, India untuk sektor tekstil dan teknologi informasi, serta Tiongkok dalam pengembangan perdagangan dan infrastruktur. Selain itu, Afrika Selatan dinilai menjanjikan dalam sektor pertambangan dan energi.

“Tanpa Amerika Serikat pun, Indonesia tetaplah bangsa besar yang merdeka dan memiliki sumber daya melimpah. Kita memiliki posisi tawar yang sangat berarti dalam percaturan dunia,” tegas Fahmi.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Ketahanan Pangan Terjaga
BULOG Genjot Bantuan Pangan di Lombok Utara, Puluhan Ribu Warga Jadi Sasaran
Pelaporan SPT Tembus 10,7 Juta, DJP Dorong Wajib Pajak Segera Aktifkan Coretax
Panen Raya Ngawi Digenjot, BULOG Kejar Target 4 Juta Ton demi Swasembada Pangan 2026
BULOG Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, 832 Warga Mojokerto Terima Beras dan Minyak
BULOG Jamin Serapan Tebu 2026, Petani Blora Dapat Kepastian Harga dan Distribusi
BULOG Pastikan Tebu Petani Blora Terserap Industri Gula
BULOG Siap Tancap Gas Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen, Anggaran Capai Rp5 Triliun

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 08:09 WIB

Stok Beras Aman di Tengah Ancaman El Nino, BULOG Pastikan Ketahanan Pangan Terjaga

Rabu, 8 April 2026 - 05:41 WIB

BULOG Genjot Bantuan Pangan di Lombok Utara, Puluhan Ribu Warga Jadi Sasaran

Senin, 6 April 2026 - 09:20 WIB

Pelaporan SPT Tembus 10,7 Juta, DJP Dorong Wajib Pajak Segera Aktifkan Coretax

Minggu, 5 April 2026 - 19:14 WIB

Panen Raya Ngawi Digenjot, BULOG Kejar Target 4 Juta Ton demi Swasembada Pangan 2026

Minggu, 5 April 2026 - 09:58 WIB

BULOG Pastikan Bantuan Pangan Tepat Sasaran, 832 Warga Mojokerto Terima Beras dan Minyak

Berita Terbaru

Sisana hujan (ilustrasi dibikin ài _ rentak.id)

Prakiraan Cuaca

BMKG: Jakarta Mendung Tebal, Hujan Ringan Mengintai Sejumlah Wilayah

Jumat, 10 Apr 2026 - 08:21 WIB