Peresmian Pusat Riset Lansia di Ubaya: Inovasi Sains dan Teknologi untuk Masa Depan Sehat

- Penulis

Kamis, 20 Maret 2025 - 17:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamendiktisaintek Stella Christie menghadiri Peresmian Center for Aging Wellness dan Life Science Integrated Facilities, Universitas Surabaya (dok rentak.id)

Wamendiktisaintek Stella Christie menghadiri Peresmian Center for Aging Wellness dan Life Science Integrated Facilities, Universitas Surabaya (dok rentak.id)

SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) semakin menegaskan perannya dalam dunia penelitian dengan meresmikan Center for Aging Wellness and Life Science Integrated Facilities, sebuah pusat riset yang didedikasikan untuk meningkatkan kesejahteraan lansia.

Peresmian yang berlangsung pada Kamis, (20/3/2024) di Fakultas Teknobiologi, Kampus Ubaya Tenggilis, ini dihadiri oleh Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie.

Dalam sambutannya, Wamen Stella menyampaikan apresiasi atas langkah strategis Ubaya dalam mengembangkan riset yang fokus pada kesejahteraan lansia dan integrasi ilmu kehidupan. Menurutnya, pusat riset ini memiliki peran penting dalam merespons perubahan demografi Indonesia yang diprediksi akan mengalami lonjakan jumlah lansia dalam beberapa dekade ke depan.

“Riset ini sangat relevan dengan bidang penelitian pribadi saya. Senang sekali bisa berdiskusi mengenai topik yang sejalan dengan apa yang saya kerjakan,” ujar Wamen Stella dengan antusias.

Lebih lanjut, Wamen Stella menyoroti pentingnya kebebasan dalam menentukan gaya hidup sebagai faktor penunjang kesehatan lansia. Ia mengutip hasil penelitian tahun 2014 yang menunjukkan bahwa lansia yang diberi kebebasan untuk memilih aktivitas dan mengelola tanaman memiliki harapan hidup lebih panjang dibandingkan mereka yang segala kebutuhannya disediakan tanpa pilihan.

“Perasaan memiliki kendali atas hidup adalah faktor penting dalam kesehatan lansia. Ketika seseorang merasa berdaya, maka kualitas hidupnya akan meningkat,” jelasnya.

Peresmian ini juga menjadi momentum bagi Ubaya untuk menegaskan komitmennya dalam mengembangkan riset berbasis sains dan teknologi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Wamen Stella pun menegaskan bahwa kemajuan ekonomi suatu bangsa sangat bergantung pada penguasaan sains dan teknologi.

“Presiden Prabowo baru-baru ini menekankan bahwa tidak ada negara yang bisa mencapai kemakmuran tanpa sains dan teknologi yang tinggi. Investasi dalam riset dan inovasi adalah kunci pertumbuhan ekonomi Indonesia,” tegasnya.

Saat ini, Indonesia tengah menikmati bonus demografi dengan rata-rata usia penduduk sekitar 27 tahun. Namun, dalam 40 tahun mendatang, jumlah lansia diperkirakan meningkat secara signifikan. Oleh sebab itu, menurut Wamen Stella, penting bagi Indonesia untuk mulai mempersiapkan kebijakan yang dapat memastikan kesejahteraan lansia di masa depan.

“Jika kita tidak merancang strategi yang tepat sejak sekarang, populasi lansia yang tidak sehat bisa menjadi tantangan besar, baik secara ekonomi maupun sosial,” katanya.

Ubaya Center for Aging Wellness dirancang sebagai pusat penelitian interdisipliner yang melibatkan berbagai fakultas dan institusi akademik. Harapannya, inovasi berbasis riset yang dihasilkan dari pusat ini dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara signifikan. Wamen Stella menekankan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah sangat diperlukan untuk mempercepat inovasi.

“Negara-negara dengan sistem riset maju seperti Amerika Serikat dan Tiongkok telah membuktikan bahwa kolaborasi antaruniversitas dan industri mampu menghasilkan inovasi luar biasa. Model seperti ini akan kami dorong di Indonesia,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya pendekatan interdisipliner dalam riset teknologi dan kesehatan lansia.

“Kita bisa melihat bagaimana inovasi besar lahir dari kolaborasi lintas disiplin. Contohnya, ChatGPT dikembangkan melalui kontribusi dari para ilmuwan di bidang fisika, ilmu komputer, linguistik, hingga kognitif. Begitu pula dengan riset kesejahteraan lansia yang harus melibatkan berbagai perspektif agar solusinya lebih komprehensif,” paparnya.

Pada kesempatan tersebut, Wamen Stella juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa Ubaya yang aktif dalam riset dan pengembangan teknologi.

“Saya melihat bahwa mahasiswa di Ubaya mendapatkan bimbingan yang luar biasa dari para dosennya. Ini adalah langkah penting untuk mencetak sumber daya manusia unggul yang akan membawa Indonesia ke arah kemajuan,” tambahnya.

Wamen Stella menegaskan bahwa potensi Indonesia dalam riset dan inovasi tidak hanya berada di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), tetapi juga di Perguruan Tinggi Swasta (PTS).

“Ubaya telah membuktikan bahwa PTS pun mampu menjadi pusat keunggulan dalam riset dan pengembangan sains serta teknologi. Semoga inisiatif ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

Dengan peresmian ini, Ubaya semakin mengukuhkan perannya sebagai institusi pendidikan yang berorientasi pada riset dan inovasi, khususnya dalam menghadapi tantangan populasi lansia di masa depan.

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri
Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA
Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi
Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026
5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas
Pemerintah Perluas Wajib Belajar 13 Tahun, Revitalisasi TK Melonjak Jadi 13.831 Unit
Dua Tahun Belajar Pagi-Sore, SMAN 7 Pontianak Akhirnya Dapat Bantuan Revitalisasi
Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:51 WIB

Semarak Hari Santri Nasional 2026, Klanting Gelar Pawai Ta’aruf dan Penyerahan Beasiswa Pendidikan Santri

Minggu, 1 November 2026 - 09:22 WIB

Bahasa Indonesia Mulai Dilirik Anak Muda Rusia, 234 Ribu Orang di Dunia Belajar BIPA

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Kemendikdasmen Raih Nusantara Awards 2026, Ini Terobosan Pendidikan yang Dapat Apresiasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:17 WIB

Berburu Kursi PTN, 450 Siswa SMAN 8 Bandung Andalkan Hasil TKA 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:05 WIB

5.700 Mahasiswa Timor-Leste Kuliah di Indonesia, Riset Bersama Diperluas

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB