Pengamat Komunikasi Ingatkan Presiden Dalam Pilpres 2024 Agar Netral

- Penulis

Rabu, 24 Januari 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emrus Sihombing

Emrus Sihombing

RENTAK.ID – Pengamat komunikasi politik, Dr. Emrus Sihombing mengatakan, sebagai Kepala Negara, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebaiknya bersikap netral.

Alasannya, Jokowi merupakan Presiden bagi seluruh rakyat Indonesia, termasuk ketiga pasangan kandidat yang bertarung di Pilpres 2024.

Emrus mengungkapkan, “Pandangan Presiden tetap kita hargai, namun demikian Presiden adalah presidennya Ganjar, Prabowo dan Anies. Nah, karena dia Presiden tiga kandidat itu, sangat tidak elok beliau memihak salah satu kandidat, apalagi kampanye” pada hari Rabu (24/1/2024).

Menurut Emrus secara ideologis, seorang Presiden tidak boleh berpihak pada salah satu kandidat. Hal ini dikarenakan Presiden adalah Presiden bagi setiap warga negara Indonesia.

“Saya pikir setelah reformasi baru kali ini Presiden kita yang berpihak, misal Megawati, SBY, Habibie, Gus Dur tidak berpihak dalam konstestasi politik”.

Emrus berpandangan, bahwa pernyataan Presiden tersebut sangat tidak produktif untuk negara demokrasi. Sebagai Kepala Negara, Jokowi harusnya bertindak netral dalam kontestasi pemilu. Emrus menyarankan dua hal yang bisa dilakukan oleh Jokowi jika ingin tetap berkampanye.

Pertama adalah dengan mengambil cuti. Sulit bagi Presiden untuk tidak menggunakan fasilitas negara.

“Pertama tidak salahnya mengambil cuti presiden, sehingga bisa berkampanye, cuti sebagai presiden, delegasikan langsung ke Wakil Presiden. Kalau kampanye sulit untuk tidak gunakan fasilitas negara, karena pengawal tetap ada, itu fasilitas negara, sulit tidak gunakan fasilitas negara,” ucap Emrus.

Emrus menyarankan hal kedua yaitu Presiden menarik kembali pernyataannya karena tidak sesuai dengan netralitas sebagai Presiden. Pemerintah harus netral dan netralitas Presiden adalah suatu kemutlakan dalam membangun demokrasi di Indonesia.

Hal yang perlu diingat, seorang Kepala Negara boleh berkampanye ataupun memihak untuk memberikan dukungan politik.

Presiden menanggapi perihal adanya menteri kabinet yang tidak ada hubungannya dengan politik tapi ikut serta menjadi tim sukses pasangan capres-cawapres.

Jokowi menyatakan, “Ya, ini kan hak demokrasi, hak politik setiap orang, setiap menteri sama saja. Yang paling penting, Presiden itu boleh loh itu kampanye, Presiden itu boleh loh memihak, boleh,” pada keterangan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada hari Rabu (24/1/2024).

Jokowi melanjutkan, bahwa meskipun Kepala Negara ataupun menteri bukan pejabat politik, namun sebagai pejabat negara, mempunyai hak untuk berpolitik. “Boleh pak, kita ini kan pejabat publik sekaligus pejabat politik masa gini enggak boleh, berpolitik enggak boleh boleh. Menteri juga boleh,” kata Jokowi.***

Berita Terkait

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka
Hasto Kristiyanto Tutup Kunjungan Kerja di Sukabumi dengan Konsolidasi Kader PDI Perjuangan
Tunjukkan Jiwa Kesatria Usai Diganti, Ijeck : Saya Serahkan Keputusan ke Ketum Bahlil
PDIP Bidik Pemilih Muda: Hasto Tawarkan Politik Berintegritas Lawan Politik Uang
DKPP Berhentikan Ketua Bawaslu Kepulauan Yapen karena Penyalahgunaan Wewenang
Ketua DKPP: Kritik Itu Vitamin, Jangan Ragu Mengoreksi Kami

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 16:04 WIB

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:19 WIB

Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Senin, 2 Februari 2026 - 07:51 WIB

Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka

Senin, 26 Januari 2026 - 09:09 WIB

Hasto Kristiyanto Tutup Kunjungan Kerja di Sukabumi dengan Konsolidasi Kader PDI Perjuangan

Sabtu, 20 Desember 2025 - 22:07 WIB

Tunjukkan Jiwa Kesatria Usai Diganti, Ijeck : Saya Serahkan Keputusan ke Ketum Bahlil

Berita Terbaru