Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Megawati saat disambut Basarah saat berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA. (dok. pdip)

Megawati saat disambut Basarah saat berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA. (dok. pdip)

ABU DHABI – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah mengungkap makna kehadiran Presiden Kelima RI, Megawati Soekarnoputri, dalam rangkaian acara Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Menurutnya, kehadiran Megawati merupakan bentuk penghormatan atas peran pentingnya sebagai mantan anggota Dewan Juri penghargaan internasional tersebut.

Basarah menjelaskan, Megawati diundang secara khusus karena pernah menjadi bagian dari dewan juri yang menentukan penerima Zayed Award pada periode sebelumnya. Peran itu dinilai strategis, terutama saat Megawati menjadi juri pada Zayed Award 2024.

Pada periode tersebut, kata Basarah, Megawati memainkan peran krusial dalam memperjuangkan dua organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, hingga akhirnya terpilih sebagai pemenang kategori organisasi kemasyarakatan (civil society organization).

“Ibu Megawati dengan sangat meyakinkan memperjuangkan NU dan Muhammadiyah di hadapan dewan juri internasional. Beliau memaparkan bukti nyata bagaimana kedua organisasi ini menjadi pilar perdamaian, toleransi, dan persaudaraan kemanusiaan, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia,” ujar Basarah saat mendampingi Megawati berkunjung ke Kantor Kedutaan Besar RI untuk UEA di Abu Dhabi, Senin (2/2/2026) sore waktu setempat.

Basarah menegaskan, kemenangan NU dan Muhammadiyah tersebut bukan sekadar pengakuan simbolis. Kedua organisasi menerima penghargaan senilai USD 1 juta yang dimanfaatkan untuk kemaslahatan umat serta berbagai program kemanusiaan.

“Ini adalah bukti konkret diplomasi total Ibu Megawati untuk bangsa dan kemanusiaan,” tegas Wakil Ketua MPR RI periode 2019–2024 itu.

Lebih lanjut, Basarah menjelaskan Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan tahunan independen dan berskala internasional yang diberikan kepada individu maupun lembaga yang dinilai memimpin dengan keteladanan, bekerja lintas batas, serta berkontribusi nyata dalam menjembatani perbedaan dan memperkuat persaudaraan manusia.

“Penghargaan ini sering diberikan kepada mereka yang berani melakukan pengorbanan besar demi kemanusiaan. Setiap penerima berhak atas hadiah finansial sebesar USD 1 juta,” jelasnya.

Basarah juga menguraikan sejarah dan filosofi di balik penghargaan tersebut. Nama Zayed Award diambil dari pendiri Uni Emirat Arab, almarhum Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan, yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, moralitas, dan kerja sama lintas latar belakang tanpa membedakan agama, ras, maupun jenis kelamin.

Secara historis, Zayed Award didirikan pada 4 Februari 2019, bertepatan dengan pertemuan bersejarah di Abu Dhabi antara Imam Besar Al-Azhar Prof. Ahmed Al-Tayeb dan Pemimpin Gereja Katolik Paus Fransiskus. Keduanya kemudian dinobatkan sebagai penerima kehormatan pertama Zayed Award pada tahun yang sama.

Puncak pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan Document on Human Fraternity for World Peace and Living Together, yang menyerukan komitmen global terhadap perdamaian dan hidup berdampingan.

“Sejak 2021, penghargaan ini terbuka untuk nominasi global bagi siapa saja yang berupaya memperkuat hubungan antarmanusia, mengatasi perpecahan, dan membangun komunitas yang tangguh. Semangat inilah yang dibawa Ibu Megawati, dan menjadi alasan NU serta Muhammadiyah dinilai sangat layak menerima penghargaan pada 2024,” ujar Basarah.

Dalam kunjungannya ke Abu Dhabi, Megawati mengikuti sejumlah agenda penting Zayed Award for Human Fraternity, antara lain menjadi pembicara di Majelis Persaudaraan Manusia, menghadiri Zayed Award 2026 Annual Ceremony, Guest of Honour Gala Dinner, serta Zayed Award Roundtable Meeting.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara
Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka
Hasto Kristiyanto Tutup Kunjungan Kerja di Sukabumi dengan Konsolidasi Kader PDI Perjuangan
Tunjukkan Jiwa Kesatria Usai Diganti, Ijeck : Saya Serahkan Keputusan ke Ketum Bahlil
PDIP Bidik Pemilih Muda: Hasto Tawarkan Politik Berintegritas Lawan Politik Uang

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05 WIB

DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:21 WIB

Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah

Senin, 9 Februari 2026 - 16:04 WIB

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:19 WIB

Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB

Hiburan

Dinar Candy Tolak Tawaran Rp1 Miliar untuk Kencan

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:24 WIB