Pembangunan Bendungan Jragung Capai 87,8 Persen, Target Selesai September 2026

- Penulis

Senin, 11 Agustus 2025 - 10:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proyek strategis nasional Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (dok pupr)

Proyek strategis nasional Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. (dok pupr)

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penyelesaian proyek strategis nasional Bendungan Jragung di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Hingga 10 Agustus 2025, progres konstruksi telah mencapai 87,8 persen dan ditargetkan rampung pada September 2026.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menjelaskan bahwa Bendungan Jragung akan menjadi penopang utama daerah irigasi baru yang kini sedang dipersiapkan. Dengan target impounding (penggenangan) pada Juli 2026, Kementerian Pertanian diharapkan dapat langsung melakukan pencetakan sawah pada awal 2026.

“Bendungan ini kita sebut sebagai irigasi premium. Kalau ada bendungan, ada irigasinya, kita bisa mengharapkan tiga kali tanam,” ujar Menteri Dody dalam keterangannya, Senin (11/8/2025).

Proyek pembangunan Bendungan Jragung dimulai sejak Oktober 2020 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Bendungan ini memiliki kapasitas tampung 90 juta meter kubik dengan luas genangan 451 hektare.

Manfaat utama Bendungan Jragung adalah memasok air untuk Daerah Irigasi Jragung seluas 4.528 hektare yang mencakup wilayah Kabupaten Demak dan Grobogan. Selain fungsi irigasi, bendungan ini juga akan menyediakan air baku sebesar 1.000 liter per detik dengan distribusi ke Kota Semarang (400 liter/detik), Kabupaten Grobogan (250 liter/detik), dan Kabupaten Demak (350 liter/detik).

Selain itu, Bendungan Jragung dirancang sebagai infrastruktur pengendali banjir seluas 3.858 hektare. Ke depan, bendungan ini juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 90 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) sebesar 1,4 MW.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, menyebut bendungan yang berlokasi di Desa Candirejo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian melalui pola tanam Padi–Padi–Palawija.

Penulis : regardo sipiroko

Editor : reni diana

Berita Terkait

AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi
KSPI Alihkan Aksi May Day 2026 ke Monas Usai Bertemu Presiden Prabowo
ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, DPR Soroti Dugaan Kegagalan Sistem Keselamatan KAI
Kemnaker Perkuat Kompetensi Mahasiswa Polteknaker Hadapi Transformasi Digital dan Peluang Green Jobs 2026
Barantin Perkuat Laboratorium Karantina Hewan, Jamin Keamanan Pangan Nasional 2026
Penataan Pulau Penyengat Kian Digenjot, Destinasi Wisata Budaya Melayu di Kepri Makin Tertata
Ikan Sapu-Sapu Sebaiknya Diolah Jadi Pupuk, Bukan Dikubur Hidup-hidup

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 11:34 WIB

AHY Dorong Percepatan Flyover dan Underpass untuk Atasi Perlintasan Rawan di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 - 18:53 WIB

ATR/BPN Permudah Pengaduan Masyarakat Lewat Kanal Digital, Ini Cara dan Aksesnya

Selasa, 28 April 2026 - 10:44 WIB

Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, DPR Soroti Dugaan Kegagalan Sistem Keselamatan KAI

Selasa, 28 April 2026 - 09:33 WIB

Kemnaker Perkuat Kompetensi Mahasiswa Polteknaker Hadapi Transformasi Digital dan Peluang Green Jobs 2026

Selasa, 28 April 2026 - 08:33 WIB

Barantin Perkuat Laboratorium Karantina Hewan, Jamin Keamanan Pangan Nasional 2026

Berita Terbaru

Hiburan

Iis Dahlia Tak Mau Terburu-buru Nikahkan Anak

Kamis, 30 Apr 2026 - 19:47 WIB