OTT KPK di Sumut, Menteri PU Dody Hanggodo: Evaluasi Jajaran Mulai Pekan Depan

- Penulis

Minggu, 29 Juni 2025 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU Dody Hanggodo. (dok. rentak.id)

Menteri PU Dody Hanggodo. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh jajaran internal kementerian menyusul operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Sumatera Utara.

Langkah ini, menurut Dody, bertujuan menekan kebocoran anggaran yang selama ini menjadi salah satu penyebab biaya pembangunan nasional membengkak.

“Peristiwa OTT oleh KPK ini merupakan pengingat kuat atas pernyataan Prof. Sumitro Djojohadikusumo bahwa pembangunan Indonesia masih terhambat oleh beban ekonomi berbiaya tinggi,” kata Dody dalam konferensi pers di Kantor Kementerian PU, Sabtu,  (28 /6/2025).

“Jika kebocoran anggaran tidak dihentikan, maka biaya pembangunan akan semakin tidak efisien.”

Ia menambahkan, evaluasi akan mencakup seluruh level struktural, dari pejabat eselon I hingga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Proses ini akan dimulai setelah mendapatkan restu dari Presiden Prabowo Subianto.

“Atas restu Bapak Presiden Prabowo, pekan depan kami akan segera memulai evaluasi menyeluruh,” ujar Dody. “Langkah ini bertujuan agar Kementerian PU benar-benar bersih, efisien, dan akuntabel. Tidak boleh ada lagi kebocoran anggaran. Setiap rupiah uang negara harus digunakan untuk kesejahteraan rakyat.”

Menurut Dody, momen ini harus menjadi titik balik bagi kementeriannya dalam memperkuat tata kelola dan budaya kerja yang berintegritas.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KPK dan Kejaksaan atas upaya mereka menjaga integritas proses pembangunan di Indonesia. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya dedikasi dari pimpinan KPK dan Kejaksaan dalam mengawal integritas pembangunan infrastruktur,” ucapnya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa proses evaluasi akan tetap menjunjung tinggi prinsip praduga tak bersalah.

“Sebagai pemimpin, saya adalah bapak bagi seluruh jajaran Kementerian PU. Evaluasi ini akan dilakukan secara adil dan objektif,” kata Dody. “Namun, saya juga tegaskan, tidak ada ruang sedikit pun bagi toleransi terhadap praktik korupsi.”

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Berita Terbaru