Muaro Jambi: Pendidikan Budhisme Terluas dan Tertua di Asia Tenggara, Bukti Tingginya Budaya Pendidikan dan Spiritual di Sumatera Abad 7 M

- Penulis

Rabu, 7 Februari 2024 - 00:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Muaro Jambi: Pendidikan Budhisme Terluas dan Tertua di Asia Tenggara, Bukti Tingginya Budaya Pendidikan dan Spiritual di Sumatera Abad 7 M. (lazir)

Muaro Jambi: Pendidikan Budhisme Terluas dan Tertua di Asia Tenggara, Bukti Tingginya Budaya Pendidikan dan Spiritual di Sumatera Abad 7 M. (lazir)

RENTAK.ID. JAMBI – Muaro Jambi bukanlah nama yang asing bagi para ilmuwan arkeologi dan sejarawan dunia.

Situs ini merupakan Bukti Awal Tingginya Budaya Pendidikan dan Spiritual di Asia Tenggara pada abad 7 sampai abad 14. Selama ratusan tahun Muato Jambi tempat para biksu di Asia menimbah ilmu.

Kawasan Candi Muaro Jambi terletak di Provinsi Jambi, situs ini adalah bagian dari Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Muaro Jambi yang diketahui sudah ratusan berdiri. Bahkan membikin Pulau Sumatera menjadi kawasan termasyur di Asia dari abad ke-7 hingga ke-14. Dimana biksu asal Tibet di kawasan Himalaya itu sempat belajar di Muato Jambi.

Agus Widiatmoko, Kepala Unit Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V mengungkapkan, bahwa situs candi Muaro Jambi ini memiliki nilai yang sangat penting baik dari segi sejarah maupun budaya.

Selain itu, situs ini juga menjadi saksi bisu dari pertukaran pengetahuan dan nilai spiritual antar generasi yang tidak lagi bisa kita saksikan secara langsung pada saat ini.

Menjadi situs cagar budaya terluas di Asia Tenggara, Muaro Jambi penting dilakukan pelestarian dan pengenalan nilai-nilai ini kepada dunia. Bahkan, biksu Tibet pun belajar Budhisme di kawasan ini yang menunjukkan bahwa kompleks candi agama Buddha di Muaro Jambi ini merupakan pusat pendidikan Budhisme terluas dan tertua di Asia Tenggara bahkan di dunia.

Sejarah Situs Budhisme Muaro Jambi

Dari hasil penelitian arkeologis yang dilakukan, diperkirakan situs candi terbesar dan terawat dengan baik di Pulau Sumatra ini berasal dari abad ke-7 hingga ke-12 M.

Situs ini juga diduga merupakan peninggalan kerajaan Sriwijaya atau kerajaan Melayu. Berdasarkan penelitian yang ada, kompleks candi di Muaro Jambi ini bisa menjadi bukti awal dari tingginya budaya pendidikan dan spiritual di Asia Tenggara.

Pada saat itu, di kawasan Muaro Jambi, terdapat beberapa bangunan yang terdiri dari bangunan utama dan beberapa stupa kecil serta prasasti. Bangunan utama terdiri dari lima lapisan struktur, yang masing-masing dihubungkan oleh tangga. Kemegahan situs candi ini mencerminkan kemampuan teknologi dan keahlian arsitektur yang sangat tinggi pada zaman itu.

Menurut sejarawan, situs candi Muaro Jambi memiliki peran sebagai pusat pemerintahan serta pusat penyebaran agama dan kebudayaan Buddha. Para pelajar Budhisme dari berbagai belahan Asia Tenggara dari Tibet pun datang ke tempat ini untuk menimba ilmu.

Pentingnya Pelestarian Situs Candi Muaro Jambi

Sejak menjadi situs cagar budaya pada tahun 1980, Muaro Jambi terus dijaga dan dipelihara oleh pihak terkait dengan baik. KCBN Muaro Jambi rutin melakukan pemantauan, perawatan dan perbaikan terhadap situs-situs candi.

Namun, situasi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung memberikan dampak terhadap pariwisata dan pelestarian situs bersejarah. Banyak situs cagar budaya yang menjadi tempat tujuan wisata bagi para turis, terhambat dalam upaya pelestarian.

KCBN Muaro Jambi melakukan terobosan untuk mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan mengoptimalkan teknologi informasi sebagai media pengenalan dan promosi ke situs-situs cagar budaya. Selain itu, pihak KCBN juga meningkatkan sumber daya manusia dan fasilitas tempat cagar budaya agar lebih ramah dan menarik bagi wisatawan.

Melalui pelestarian situs candi Muaro Jambi, nilai-nilai historis dan kebudayaan yang telah berlangsung selama berabad-abad dapat terus dilestarikan dan diapresiasi oleh generasi muda. Pembelajaran tentang warisan budaya penting ini tidak hanya menjadi nilai tambah bagi sejarah dan budaya bangsa, namun juga menjadi bahan pembelajaran di bidang arkeologi, sejarah dan antropologi.

Situs candi Muaro Jambi merupakan bukti awal tingginya budaya pendidikan dan spiritual di Asia Tenggara. Situs candi ini menjadi pusat pendidikan Budhisme tertua dan terluas di dunia yang mengajarkan nilai dan kebijaksanaan hidup kepada para muridnya.

Namun, upaya pelestarian dan promosi ke situs-situs cagar budaya di Indonesia masih perlu ditingkatkan. Dalam menghadapi tantangan pandemi, KCBN Muaro Jambi melakukan terobosan untuk mengoptimalkan teknologi informasi dan perbaikan fasilitas tempat cagar budaya agar lebih ramah dan menarik bagi wisatawan.

Melalui pemeliharaan dan pelestarian situs candi Muaro Jambi serta situs budaya lainnya, generasi muda dapat belajar tentang nilai dan warisan budaya yang menjadi bagian penting dari sejarah bangsa.,***

Berita Terkait

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor
Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A
Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan
Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah
Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A

Jumat, 25 September 2026 - 14:01 WIB

Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan

Rabu, 9 September 2026 - 07:51 WIB

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru