Menteri Karding: Tren #KaburAjaDulu Positif, tapi Tingkatkan Keterampilan Dulu!

- Penulis

Kamis, 13 Februari 2025 - 01:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Abdul Kadir Karding (dok. r.id)

Abdul Kadir Karding (dok. r.id)

JAKARTA – Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, menilai tren #KaburAjaDulu yang ramai di media sosial sebagai fenomena yang bisa berdampak positif.

Namun, ia mengingatkan bahwa mereka yang ingin bekerja di luar negeri harus lebih dulu meningkatkan keterampilan dan kemampuannya.

“Kami melihat ada peluang di sini. Anda boleh ‘kabur,’ tapi pastikan kaburnya bermanfaat, yaitu dengan bekerja secara legal dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan,” ujar Menteri Karding usai Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (12/2/2025).

Ia menegaskan bahwa pekerja migran yang memiliki kompetensi akan lebih dihargai di negara tujuan. Sebaliknya, jika berangkat tanpa keterampilan yang cukup, peluang sukses bisa menjadi kecil.

“Kami di KemenP2MI hadir untuk membantu masyarakat meningkatkan kompetensinya. Kalau sudah terampil, mereka bisa bekerja, mendapat gaji, membantu keluarga, dan tentu saja berkontribusi bagi negara,” katanya.

Menteri Karding juga menyampaikan bahwa mereka yang telah menjalani pelatihan akan difasilitasi agar bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahlian mereka.

“Yang penting ikut pelatihan dulu. Mau kerja apa? Kita tempatkan di sektor yang sesuai,” tambahnya.Tren #KaburAjaDulu sebelumnya viral di media sosial, di mana banyak pekerja migran berbagi pengalaman tentang keuntungan bekerja di luar negeri. Mereka menyoroti gaji yang lebih tinggi serta kualitas hidup yang lebih baik sebagai alasan utama. ***

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan
Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau
Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha
Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh
MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa
Balik Nama Sertifikat Hibah Rumah ke Anak Tak Otomatis, Ini Tahapan dan Biayanya
Barantin Perkuat Keamanan Pangan ASEAN Lewat Workshop Internasional CanSafe
Jelang Iduladha 2026, Barantin Awasi Ketat Lalu Lintas Hewan Kurban di Seluruh Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:30 WIB

KSPI Apresiasi UU PPRT, Desak Pembahasan RUU Ketenagakerjaan Lebih Transparan

Rabu, 22 April 2026 - 08:26 WIB

Pajak Kendaraan Didorong Lebih Adil, Insentif Listrik Jadi Kunci Transportasi Hijau

Rabu, 22 April 2026 - 07:32 WIB

Irma Suryani: RUU Ketenagakerjaan Baru Harus Seimbang untuk Pekerja dan Pengusaha

Rabu, 22 April 2026 - 07:25 WIB

Kemnaker Gelontorkan Rp32,2 Miliar untuk Pulihkan Ekonomi Korban Bencana di Sumut dan Aceh

Selasa, 21 April 2026 - 08:35 WIB

MUI Kritik Cara Pembasmian Ikan Sapu-Sapu di Jakarta: Manfaat Ada, Tapi Dinilai Menyiksa

Berita Terbaru