JAKARTA – Dalam upaya mendorong kemajuan industri musik nasional agar semakin diterima di dalam maupun luar negeri, Kementerian Kebudayaan menggelar pertemuan dengan para pelaku industri musik Indonesia dalam acara bertajuk “Ngopi Santai” di Graha Utama, Gedung A, Komplek Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kamis (14/9/2024)
Acara ini dihadiri 115 tokoh musik, termasuk musisi, asosiasi, penyelenggara konser, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Diskusi ini dimulai pukul 08.00 WIB dan mengusung tema penguatan ekosistem musik Indonesia.
Dalam pertemuan ini, Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon, M.Sc., menyampaikan pentingnya masukan dari para praktisi musik untuk merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
“Kementerian Kebudayaan sangat membutuhkan masukan dari insan musik—baik dari musisi, penyelenggara acara, hingga asosiasi musik—untuk membantu kami mengembangkan ekosistem musik yang lebih kuat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Menteri Fadli Zon menekankan perlunya pengembangan ekosistem musik nasional yang memiliki fondasi kokoh, baik dari segi tata kelola maupun kebijakan pendukung.
“Belum lagi kita berbicara tentang musik tradisional, yang juga merupakan kekayaan budaya nasional dan membutuhkan perhatian khusus,” ujar Fadli. “Oleh karena itu, kami menampung berbagai aspirasi, pandangan, dan kritik, agar program-program kebudayaan berjalan sesuai kebutuhan,” tambahnya.
Di tengah diskusi, Menteri Fadli juga berbagi pengalamannya saat menghadiri pertemuan menteri kebudayaan pada acara G20 di Brasil, di mana ia berdialog dengan Menteri Kebudayaan, Pariwisata, dan Olahraga Korea Selatan.
“Di sana, pemerintah Korea Selatan tidak terlalu banyak campur tangan dalam industri musik, tetapi mereka berhasil menciptakan iklim yang mendukung perkembangan musik mereka,” katanya. “Saya berharap, suatu hari nanti, musik Indonesia tidak hanya diterima di negeri sendiri, tetapi juga dapat diterima di kancah internasional.”
Dengan jumlah penduduk sekitar 280 juta jiwa dan keberagaman bahasa serta budaya yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menciptakan musik yang bisa bersaing secara global.
Fadli Zon mengungkapkan bahwa diskusi ini diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis untuk memperkuat ekosistem musik nasional. Ia juga menyebut adanya gagasan dari Wakil Menteri, Mas Giring Ganesha, untuk menggelar Konvensi Musik Nasional pada tahun depan sebagai upaya lanjutan dalam memperkuat musik Indonesia.
Secara umum, Kementerian Kebudayaan telah menyusun kerangka kerja yang bertujuan memajukan industri musik agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan terbentuknya ekosistem musik yang kuat, diharapkan musik Indonesia semakin berjaya di tingkat nasional dan diterima di panggung internasional.
Acara “Ngopi Santai” ini menjadi langkah awal dalam membangun dialog antara pemerintah dan insan budaya.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus menyelenggarakan kegiatan serupa bersama seniman dari berbagai bidang, seperti seni tari, lukis, dan lainnya, demi mewujudkan ekosistem budaya yang kokoh dan mampu mendukung kreativitas para seniman Indonesia.
Diskusi ini berjalan interaktif dengan pelaku musik berbagi masukan, tantangan yang dihadapi, dan ide-ide untuk meningkatkan kualitas dan daya saing musik Indonesia.
Diharapkan, melalui dialog ini, berbagai upaya untuk memperkuat ekosistem musik Indonesia dapat segera dirumuskan demi kemajuan musik nasional di dalam dan luar negeri. ***













