Mengubah Paradigma: Politik Bukan Hanya Memilih, Tapi Juga Membangun Bersama Partai PADI

- Penulis

Sabtu, 1 Februari 2025 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Waketum DPP PADI Andi Maulana Bersama Letjen TNI AD Eko Margiyono (Wakil Gubernur Lemhanas).

Waketum DPP PADI Andi Maulana Bersama Letjen TNI AD Eko Margiyono (Wakil Gubernur Lemhanas).

RENTAK.ID – Memulai berpolitik di warung kopi, Waketum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI), Andi Maulana munculkan ide gagasan berpolitik di Partainya untuk memperjuangkan rakyat.

Setelah berpikir lama pasca pertemuan dengan berbagai pejabat pemerintah, melanjutkan dengan pertemuan bersama Partai PADI, sebuah pertanyaan besar muncul, yaitu mengapa kita perlu berpolitik? Hal itu yang di benak Andi Maulanan.

Andi, yang telah lama terlibat dalam dunia bisnis investasi dan properti, merasa bahwa masih banyak orang yang enggan terlibat dalam dunia politik, baik di desa maupun di kota. Hal ini menjadi pemicu baginya untuk bersikap proaktif dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat.

“Ternyata, politik itu menentukan masa depan hidup kita, dekat dengan kita. Urusan pendidikan anak kita, urusan kebutuhan pokok hingga urusan kerumah tanggaan kita sehari-hari ternyata tak bisa dipisahkan dari proses politik,” ujar Andi kepada media, Sabtu (1/2/2025).

Dia menjelaskan, awalnya dalam diskusi santai dan serius dengan berbagai pihak, seringkali masih ada persepsi bahwa berpolitik hanya sebatas pemilihan para pemimpin tertinggi seperti presiden, gubernur, atau anggota DPRD. “Namun, apakah keputusan sehari-hari yang memengaruhi kehidupan bermasyarakat seperti kenaikan tarif listrik, harga BBM, dan kebijakan lainnya bukan hasil dari proses politik?” sambungnya.

“Oke, jika persepsinya demikian, lalu kira-kira penentuan kenaikan listrik, kenaikan BBM , penentuan besaran Ongkos Naik Haji, penentuan Upah buruh , itu apakah tidak melalui proses politik?” lanjut Andi.

Andi Maulana juga sempat melakukan dialog dengan petani dan dengan tegas menyatakan bahwa urusan sehari-hari seperti harga komoditas, gotong royong saat bencana, atau pendidikan anak, sebenarnya juga berkaitan erat dengan politik.

Menurutnya, penting bagi semua orang untuk menyadari bahwa politik bukan hanya soal memilih pemimpin, melainkan juga menyangkut kehidupan sehari-hari.

Terlebih “Baru saja, kita mengalami kenaikan Tarif ppn 12%. Jauh sebelum itu, juga terjadi kenaikan harga komoditi dan lain senagainya. Banyak diantara kita yang mengeluh karena kebijakan tersebut. Nah, apakah kita tidak juga mengetahui bahwa kebijakan tersebut berawal dari proses politik?,” tanyanya sambil menjelaskan.

“Proses Pemilu memang baru kemaren 2024 di rayakan, dan pada tahun 2029 akan dilakulan pesta demokrasi kembali. Mari kita merenung, masihkah kita tak mau berpolitik? Tak mau berpartai?,” lebih lanjut dia menerangkan dengan serius.

PADI, yang dipimpin oleh S. Ramadhan Djamil sebagai Ketua Umum, telah meraih dukungan dan kepengurusan di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan dukungan yang semakin merata dari berbagai tingkatan pemerintahan, PADI berpotensi menjadi kekuatan politik baru yang mengakar hingga ke pelosok desa.

Melalui Partai Amanat Demokrasi Indonesia (PADI), Andi Maulana dan para pemuda Indonesia lainnya berharap agar generasi muda dapat turut serta dalam membangun masa depan politik Indonesia.

“Bisa dibayangkan jika 34 provinsi sudah terpenuhi. Kemudian untuk 75 persen kabupaten/kota telah mencapai 93 persen. Atau 483 dari 514 kabupaten/kota sudah ada. Sedangkan untuk 50 persen kecamatan dapat terpenuhi, maka PADI akan menjadi sebuah kekuatan baru perpolitikan di Indonesia dengan kader ladernya yang tersebar di seluruh pelosok desa hingga kota,” beber Andi.

Saya tidak bisa membayangkan apa jadinya ketika kita semua sadar akan menyongsong masa depan tanpa harapan (ekspektasi) yg diharapkan. Ekspektasi berfungsi sebagai aspirasi ideal yg harus ada saat kita berada pada masa depan itu. Dalam konteks luas, ekspektasi adalah unsur iman yg kita wajib percaya untuk diperjuangkan dan terwujud pada saatnya.

“Analoginya seperti kita bicara Sorga loka, saat ini belum di sana melainkan nanti setelah periode berikutnya, tetapi kita yakini dan kita perjuangkan saat ini,” tulisnya dalam ulasan yang diterima media.

Saatnya kaum millennial dan pemuda-pemudi Indonesia terlibat secara aktif dalam politik, membawa aspirasi dan perubahan menuju masa depan yang lebih cerah. Mari bergabung dengan PADI, partai yang akan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 demi kepentingan rakyat dan negara Indonesia yang lebih baik.(***/***)

Penulis : Jks

Editor : Ami

Berita Terkait

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara
Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka
Hasto Kristiyanto Tutup Kunjungan Kerja di Sukabumi dengan Konsolidasi Kader PDI Perjuangan
Tunjukkan Jiwa Kesatria Usai Diganti, Ijeck : Saya Serahkan Keputusan ke Ketum Bahlil

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05 WIB

DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:21 WIB

Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah

Senin, 9 Februari 2026 - 16:04 WIB

Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:19 WIB

Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia

Berita Terbaru

Gerbang Tol Ambara (foto. ist)

Transportasi

Tol Fungsional Jadi Andalan Urai Macet Mudik Lebaran 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 13:20 WIB