Lakukan Aksi Bersih Pantai dan Penanaman Mangrove, Menko AHY: Clean Up Event Jadi Gerakan Moral Menjaga Bali sebagai Warisan Dunia

- Penulis

Selasa, 14 Oktober 2025 - 15:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

AHY bersama masyarakat, Gubernur Bali, dan perwakilan lembaga pembangunan Jerman GIZ, turun langsung menanam mangrove dan memungut sampah di tepi pantai. (dok. rentak.id)

AHY bersama masyarakat, Gubernur Bali, dan perwakilan lembaga pembangunan Jerman GIZ, turun langsung menanam mangrove dan memungut sampah di tepi pantai. (dok. rentak.id)

DENPASAR – Udara pagi di kawasan mangrove Batu Lumbang, Bali, dipenuhi semangat gotong royong. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bersama masyarakat, Gubernur Bali, dan perwakilan lembaga pembangunan Jerman GIZ, turun langsung menanam mangrove dan memungut sampah di tepi pantai. Bagi AHY, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan gerakan moral untuk menyelamatkan lingkungan hidup di pulau yang menjadi ikon pariwisata dunia.

“Dalam format Green Infrastructure Initiative, kita mengampanyekan gerakan moral Waste Clean Up. Ini bukan hanya sebuah event. Kalau hanya sekadar event, begitu tenda diturunkan, semua bubar, selesai. Tapi ini adalah moral action. Mari kita ajak semua pihak peduli pada lingkungan hidup,” tegas AHY, Senin (13/10/2025).

Aksi bersih pantai dan penanaman mangrove ini menjadi simbol nyata komitmen pemerintah dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan keberlanjutan lingkungan. Menko AHY menegaskan, perubahan hanya bisa terjadi bila semua pihak turun tangan.

“Kita tidak bisa hanya berkata-kata, tetapi harus melakukan sesuatu. Ini bagian dari kebijakan pemerintah yang ingin menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ekosistem mangrove sebagai benteng alami pesisir. Selain melindungi dari abrasi, hutan mangrove mampu menyerap karbon hingga sepuluh kali lipat lebih baik dibanding tanaman darat.

“Mangrove adalah nature-based solution bagi lingkungan kita. Ia bukan hanya pelindung pantai, tapi juga penyerap karbon yang luar biasa,” kata AHY.

Dalam kesempatan itu, AHY menekankan pentingnya tata ruang berkelanjutan sebagai kunci pembangunan yang aman dan lestari.
“Tata ruang harus menjadi panglima dalam pembangunan. Kalau disalahgunakan, bisa menimbulkan bencana dan kerugian besar. Mari kita jaga bersama-sama,” tegasnya.

Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik kegiatan ini dan menegaskan komitmen daerahnya menjaga kebersihan serta keindahan pulau dewata.
“Bali sebagai daerah wisata utama dunia menghadapi tantangan pencemaran dan sampah. Karena itu, kami memperkuat pengelolaan sampah dan pelestarian mangrove yang luasnya mencapai 1.100 hektare,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari Country Director GIZ Indonesia, Thomas Forcher, yang menegaskan kerja sama panjang Indonesia–Jerman dalam menjaga bumi.
“Lingkungan kita adalah hadiah paling berharga dari Tuhan. Dengan senang hati saya sampaikan bahwa Indonesia tidak sendirian. Lima puluh tahun sudah GIZ menjalin kerja sama dengan Indonesia,” ujarnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Green Infrastructure Initiative (GII), kolaborasi antara Kemenko Infrastruktur dan GIZ Jerman yang menggabungkan pembangunan infrastruktur hijau dengan edukasi lingkungan. Melalui program ini, pemerintah juga mendorong kampanye Youth Awareness Raising dan pelatihan composting di berbagai daerah, untuk menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap isu lingkungan.

Acara turut dihadiri oleh Sekretaris Kemenko Ayodhia G. L. Kalake, Deputi Nazib Faizal, dan Staf Ahli Menko Arif Rahman.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru