JAKARTA – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh akan menyambut kedatangan Sekretaris Jenderal International Trade Union Confederation (ITUC), Luc Triangle, yang dijadwalkan berkunjung ke Indonesia pada Senin, 10 November 2025.
Kunjungan ini dinilai sebagai momentum penting bagi gerakan buruh nasional. ITUC merupakan konfederasi serikat buruh terbesar di dunia, membawahi lebih dari 200 juta pekerja dari lebih 160 negara, dengan kantor pusat di Brussel, Belgia. Di Indonesia, anggota ITUC terdiri dari tiga konfederasi: KSPI, KSBSI di bawah kepemimpinan Elly Rosita Silaban, dan KSPSI yang diketuai Andi Gani Nena Wea.
Presiden KSPI Said Iqbal menyampaikan bahwa penyambutan akan dipusatkan di Gedung Swatantra Wibawa Mukti, Kompleks Perkantoran Pemda Bekasi.
“Sekitar 10 ribu buruh dari berbagai daerah akan hadir dalam konsolidasi tersebut untuk menunjukkan solidaritas dan semangat perjuangan kaum pekerja Indonesia,” ujar Said Iqbal kepada media, Minggu (9/11/2029)
Dalam pertemuan tersebut, gerakan buruh akan membawa dua isu utama yang juga menjadi perhatian ITUC secara global. Pertama, kampanye HOSTUM atau Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah, dengan tuntutan kenaikan upah minimum sebesar 8,5 hingga 10,5 persen. Kedua, dorongan pengesahan RUU Ketenagakerjaan sebagai payung hukum baru yang memperkuat perlindungan buruh serta menjamin prinsip kerja layak.
“Isu-isu ini bukan hanya perjuangan buruh Indonesia, tetapi juga bagian dari agenda global ITUC dalam memperjuangkan pekerjaan layak (decent work), perlindungan sosial, dan keadilan bagi seluruh pekerja,” tegas Said Iqbal.
Ia menambahkan, kehadiran Sekjen ITUC di Bekasi menjadi penanda pentingnya solidaritas internasional dalam menghadapi tantangan ketenagakerjaan modern. “Kami ingin menunjukkan bahwa buruh Indonesia bukan sekadar penerima kebijakan, tetapi bagian dari kekuatan global yang menuntut keadilan sosial,” kata Said Iqbal.
Penulis : lazir
Editor : ameri













