Korupsi Memiskinkan Negara, LAKI DKI Desak Pemerintah Bertindak Lewat Revisi UU Tipikor

- Penulis

Minggu, 18 Mei 2025 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi DKI Jakarta, Jerry Nababan. (dok. rentak.id)

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi DKI Jakarta, Jerry Nababan. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Provinsi DKI Jakarta, Jerry Nababan, menyatakan dukungannya terhadap hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-18 Dewan Pimpinan Pusat LAKI yang digelar di Bekasi, Minggu (18/5/2025).

Menurut Jerry, Rakernas tersebut menghasilkan sejumlah rekomendasi penting untuk disampaikan kepada pemerintah, antara lain dorongan untuk merevisi Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) dan usulan penetapan Hari Anti Korupsi Indonesia setiap tanggal 20 Mei.

“Ini bukan sekadar seremonial, tapi bagian dari upaya sistematis untuk menyadarkan publik akan darurat korupsi yang tengah kita hadapi. Revisi UU Tipikor sangat mendesak dilakukan agar lebih relevan dengan tantangan korupsi saat ini,” ujar Jerry kepada wartawan usai Rakernas yang berlangsung di kawasan Grand Kamala Lagoon, Jalan Chandrabhaga, Bekasi, Minggu (18/5/2025)

Ia menegaskan, Indonesia berada dalam situasi yang mengkhawatirkan karena korupsi telah menyentuh hampir seluruh lini kehidupan. “Kita sudah masuk tahap darurat korupsi. Kalau tidak ditangani serius, ini akan menghancurkan masa depan bangsa,” tegasnya.

Jerry juga mendesak aparat penegak hukum agar lebih tegas dan masif dalam menindak praktik-praktik korupsi, tanpa pandang bulu. “Korupsi itu membuat rakyat sengsara dan memiskinkan negara. Uang yang seharusnya untuk membangun, malah dinikmati segelintir orang,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Jerry menyampaikan bahwa salah satu poin penting dari rekomendasi Rakernas adalah perlunya gerakan nasional antikorupsi yang lebih masif, terutama dalam bentuk edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. “Pemerintah harus lebih bergiat lagi, memberikan dukungan dan motivasi kepada masyarakat untuk memahami bahaya laten korupsi,” ucapnya.

Bahaya korupsi tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga menjadi ancaman serius di berbagai negara. Di negara-negara berkembang, korupsi menyebabkan kegagalan pembangunan, memperlebar kesenjangan sosial, dan merusak kepercayaan terhadap institusi publik. Menurut Transparency International, negara dengan tingkat korupsi tinggi cenderung mengalami pertumbuhan ekonomi yang lambat, tingginya angka kemiskinan, dan lemahnya supremasi hukum.

Di Indonesia sendiri, data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan bahwa sejak awal 2000-an, ribuan pejabat publik, kepala daerah, hingga anggota legislatif telah terjerat kasus korupsi. Fenomena ini membuktikan bahwa korupsi bukan hanya kejahatan biasa, melainkan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang harus ditangani dengan pendekatan luar biasa pula.

“Karena itu, kami berharap pemerintah benar-benar mendengar suara rakyat yang disuarakan melalui LAKI dalam Rakernas ini,” pungkas Jerry.

Berita Terkait

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia
Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah
Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman
Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN
Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri
Tangis Syukur Mbah Tupon Pecah, Sertipikat Tanah Akhirnya Kembali Usai Diterpa Mafia Tanah
Saleh Daulay Dorong JK Temui Prabowo: Kritik Langsung Lebih Bermakna daripada Lewat Media
WFH Diterapkan, Barantin Tetap Tancap Gas: Ribuan Sertifikat Karantina Terbit Tanpa Hambatan

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 20:25 WIB

Yandri Susanto Dorong Pemuda NTB Magang ke Jepang: Sukses di Luar Negeri, Wajib Pulang Bangun Indonesia

Rabu, 15 April 2026 - 18:40 WIB

Musda KNPI Sultra Digelar Mei, Fokus Perkuat Kepemimpinan Daerah

Rabu, 15 April 2026 - 11:47 WIB

Irman Gusman: Pemimpin Besar Lahir dari Krisis, Bukan Zona Nyaman

Selasa, 14 April 2026 - 08:31 WIB

Finquest Jadi Terobosan Baru, Pembiayaan Karantina Tak Lagi Bergantung APBN

Senin, 13 April 2026 - 16:26 WIB

Desak Tangkap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi, Aktivis Pro 08 Kepung Mabes Polri

Berita Terbaru

Inara Rusli/Instagram Inara Rusli

Hiburan

Pemeriksaan Inara Rusli Akan Dijadwal Ulang

Rabu, 15 Apr 2026 - 19:33 WIB