Komisi VII Desak Apple Tentukan Sikap Terkait Investasi Sebelum Tenggat Waktu

- Penulis

Selasa, 10 Desember 2024 - 09:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi laptop merek Aple. (ai)

Ilustrasi laptop merek Aple. (ai)

JAKARTA – Tenggat waktu bagi Apple untuk merespons permintaan investasi dari Pemerintah Indonesia semakin mendekat.

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat ini didesak segera menyatakan komitmennya terkait investasi minimal sebesar USD 1 miliar di Indonesia.

“Apple harus mematuhi aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang ditetapkan pemerintah jika ingin tetap beroperasi di Indonesia. Permintaan ini sejalan dengan besarnya pangsa pasar produk Apple di tanah air,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKB, Siti Mukaromah, Selasa (10/12/2024).

Pemerintah menetapkan batas akhir pada 10 Desember 2024 bagi Apple untuk memastikan investasinya. Sebelumnya, pada 3 Desember 2024, pemerintah meminta Apple meningkatkan tawaran investasi dari USD 100 juta menjadi USD 1 miliar. Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Apple, yang mengakibatkan iPhone 16 belum dapat dipasarkan di Indonesia.

Siti Mukaromah menegaskan, TKDN sesuai dengan Permenperin Nomor 29 Tahun 2017 perlu dipenuhi agar komponen lokal dapat dimaksimalkan dalam produk-produk global. “Aturan ini bertujuan untuk mendorong penggunaan produk lokal dan meningkatkan investasi di sektor industri dalam negeri,” jelasnya.

Siti juga menyebutkan bahwa pemerintah telah mengundang Apple untuk berdialog mengenai proposal investasi. Bahkan, Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) sudah mengirimkan undangan resmi via email. “Investasi di bidang teknologi digital akan membawa dampak positif, seperti peningkatan lapangan kerja dan transfer teknologi,” ujarnya.

Namun, ia menekankan bahwa investasi Apple harus membawa manfaat lebih luas bagi perekonomian Indonesia, bukan hanya keuntungan bagi perusahaan. “Apple seharusnya mendukung perkembangan ekosistem digital di Indonesia,” tambahnya.

Selain itu, Apple juga perlu merealisasikan sisa komitmen investasi periode 2020-2023. “Apple harus memenuhi seluruh persyaratan investasi agar tercipta keadilan bagi pemerintah dan masyarakat,” tegas Siti.

Investasi ini diharapkan mencakup fasilitas produksi di Indonesia, pusat pengembangan produk, akademi pelatihan profesional, dan pemenuhan TKDN. “Transfer teknologi dan pengetahuan harus berdampak positif pada industri dalam negeri,” tutupnya.

Berita Terkait

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal
Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor
Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid
TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
AirNav Indonesia Tuntaskan Program Relawan Bakti BUMN 2026 di Boyolali
Kemendiktisaintek Dukung Pengembangan Day Care Berbasis Masyarakat di Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:09 WIB

TECNO MEGABOOK K15S Hadir dengan Layar 15 Inci, Dukung Produktivitas Lebih Maksimal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:05 WIB

Terinspirasi Perjuangan Ibu yang Tak Lulus SD, Dwi Suswanti Berhasil Raih Gelar Doktor

Senin, 14 September 2026 - 16:31 WIB

Kontroversi SKNC 2026 Pekalongan, MUI Nilai Atraksi Satanic Bertentangan dengan Maulid

Kamis, 10 September 2026 - 15:36 WIB

TECNO Andalkan MEGAPAD 2 dan MEGAPAD SE 2 untuk Garap Pasar Tablet Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru