KKP Luncurkan Ocean Calculator, Platform Digital untuk Menghitung Nilai Ekonomi Ekosistem Laut

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KKP memperkenalkan Ocean Calculator (dok. kkp)

KKP memperkenalkan Ocean Calculator (dok. kkp)

JAKARTA – Upaya mewujudkan pengelolaan laut yang berbasis data dan ilmu pengetahuan terus diperkuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bersama World Resources Institute (WRI) Indonesia, KKP memperkenalkan Ocean Calculator, sebuah platform geospasial yang dirancang untuk menghitung nilai ekonomi ekosistem laut dan pesisir secara cepat, akurat, serta didukung data ilmiah.

Platform berbasis Neraca Sumber Daya Laut (NSDL) ini mampu menghitung manfaat ekonomi berbagai ekosistem pesisir, mulai dari hutan mangrove, padang lamun, hingga terumbu karang. Dengan memanfaatkan data geospasial, citra satelit, serta hasil riset ilmiah, Ocean Calculator menyajikan informasi mengenai kondisi ekosistem sekaligus kontribusinya terhadap perlindungan pantai, penyimpanan karbon biru, dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Data tersebut diharapkan menjadi landasan bagi pemerintah maupun berbagai pemangku kepentingan dalam menyusun kebijakan, merancang pembangunan, serta mengelola sumber daya kelautan secara lebih tepat sasaran, terukur, dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, mengatakan Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting, yaitu sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi guna mendukung pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.

“Ocean Calculator dikembangkan sebagai bagian dari upaya membangun ocean accounting yakni sistem yang mengintegrasikan informasi lingkungan dan ekonomi untuk mendukung perencanaan pembangunan kelautan yang berkelanjutan. Kami berharap platform ini terus berkembang dan menjadi bagian dari penguatan kebijakan kelautan yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Koswara dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Purwarupa Ocean Calculator diperkenalkan kepada publik melalui kegiatan Pengenalan dan Lokakarya Teknis Ocean Calculator di Jakarta pekan lalu, bertepatan dengan peringatan Hari Laut Sedunia. Platform tersebut mulai dikembangkan sejak 2024 oleh WRI Indonesia bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Australia dengan dukungan Pemerintah Australia melalui program KONEKSI.

Salah satu keunggulan Ocean Calculator adalah integrasi pendekatan Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI). Fitur ini memungkinkan pengguna melihat keterkaitan antara kondisi ekosistem laut dengan kelompok masyarakat yang menggantungkan hidup pada sumber daya pesisir, sehingga perencanaan pembangunan dapat dilakukan secara lebih adil, inklusif, dan memberikan manfaat yang merata.

Perwakilan Australia Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT), Jacqui Lord, menilai kehadiran platform ini menjadi semakin penting di tengah meningkatnya tekanan terhadap kawasan pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia.

“Dengan semakin besarnya tekanan terhadap wilayah pesisir akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia, diperlukan instrumen yang mampu menilai manfaat ekosistem secara lebih komprehensif. Kami berharap Ocean Calculator dapat menjadi alat yang efektif untuk mendukung pengelolaan laut dan pesisir yang berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Konservasi Ekosistem KKP, Firdaus Agung, menjelaskan Ocean Calculator telah melalui tahap uji coba awal pada Februari 2026. Kini platform tersebut telah terintegrasi dengan Sistem Informasi Data Konservasi (SIDAKO) dan dapat diakses masyarakat melalui laman sidako.kkp.go.id sebagai pusat data konservasi ekosistem di Indonesia.

Menurut Firdaus, platform ini juga membantu pemerintah, pelaku usaha, akademisi, hingga masyarakat memahami nilai strategis ekosistem laut beserta kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, dan aktivitas ekonomi di kawasan pesisir.

Senada dengan itu, Country Director WRI Indonesia, Nirarta Samadhi, mengatakan Ocean Calculator membuka akses informasi yang lebih komprehensif bagi pemerintah, akademisi, masyarakat, maupun sektor swasta dalam mendukung investasi serta pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pengelolaan laut harus didasarkan pada data dan ilmu pengetahuan agar pertumbuhan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran Ocean Calculator menjadi salah satu langkah nyata KKP dalam memperkuat tata kelola kelautan yang modern, berbasis bukti, dan mendukung terwujudnya ekonomi biru Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru