Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi

- Penulis

Jumat, 4 September 2026 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Emas di toko perhiasan (ilustrasi dibikin ai -rentak.id)

Emas di toko perhiasan (ilustrasi dibikin ai -rentak.id)

JAKARTA – Harga emas Antam diperkirakan masih bergerak naik-turun pada perdagangan Jumat (4/9/2026). Setelah mencatat kenaikan cukup tajam sehari sebelumnya, emas kini menghadapi risiko koreksi, tetapi peluang untuk kembali menguat tetap terbuka.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berpotensi turun menuju kisaran Rp2.688.000 per gram. Jika tekanan jual berlanjut, harga bahkan dapat menguji level support Rp2.600.000 per gram.

Namun, skenario penguatan belum tertutup. Menurut Ibrahim, emas Antam masih berpeluang kembali menuju level Rp2.800.000 per gram apabila mampu melewati sejumlah area resistance.

“Resistance pertama untuk logam mulia kalau naik di Rp2.731.000 per gram. Kemudian, kalau menguat lagi, bisa mencapai Rp2.810.000 per gram,” kata Ibrahim.

Harga Emas Antam Naik Rp15.000

Pergerakan harga emas domestik turut mendapat dorongan dari penguatan harga emas dunia.

Mengacu pada laman Logam Mulia, harga emas Antam pada Kamis (3/9/2026) naik Rp15.000 menjadi Rp2.639.000 per gram. Kenaikan tersebut terjadi setelah harga emas sebelumnya terkoreksi Rp40.000 pada Rabu (2/9/2026) ke level Rp2.624.000 per gram.

Harga buyback Antam juga ikut naik Rp15.000 menjadi Rp2.492.000 per gram.

Meski demikian, harga emas saat ini masih sekitar 14,04 persen di bawah rekor tertinggi sepanjang masa sebesar Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada 29 Januari 2026.

Jika dibandingkan dengan posisi awal tahun, emas Antam masih mencatat kenaikan. Pada 1 Januari 2026, harga emas berada di level Rp2.488.000 per gram atau berarti telah meningkat sekitar 9,44 persen.

Emas Dunia Naik Hampir 2 Persen

Dari pasar global, harga emas mendapatkan tenaga baru setelah melonjak hampir 2 persen dalam perdagangan Kamis.

Harga emas spot ditutup di US$4.473,6 per troy ons atau menguat 1,96 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Dengan kenaikan tersebut, emas dunia telah mencatat penguatan selama dua hari berturut-turut dengan total kenaikan hampir 4 persen.

Salah satu pemicu utama datang dari pelemahan dolar AS. Dollar Index yang mengukur posisi greenback terhadap enam mata uang utama dunia turun 0,62 persen menjadi 98,969, sekaligus menjadi level terendah sejak 25 Agustus.

Pelemahan dolar biasanya menjadi katalis positif bagi emas karena logam mulia tersebut dihargai dalam mata uang AS. Ketika dolar melemah, emas menjadi relatif lebih menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lain.

Sikap The Fed Jadi Perhatian Pasar

Pergerakan dolar AS juga dipengaruhi oleh pernyataan pejabat Federal Reserve, Christopher Waller. Ia menegaskan bahwa arah kebijakan suku bunga The Fed akan sangat bergantung pada data inflasi yang akan dirilis pekan depan.

“Jika ada perkembangan yang menunjukkan bahwa inflasi menuju target 2 persen, maka saya akan mendukung untuk mempertahankan suku bunga acuan. Namun jika inflasi ‘memanas’, maka saya akan mempertimbangkan kenaikan suku bunga acuan,” ujar Waller.

Menurut Waller, kebijakan moneter yang berlaku saat ini masih mampu menahan laju ekonomi sehingga tekanan inflasi dapat diredam. Ia juga melihat adanya sejumlah tanda disinflasi meski inflasi masih berada di atas target 2 persen.

Pernyataan tersebut membuat pelaku pasar kembali menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Berdasarkan CME FedWatch, peluang Federal Funds Rate bertahan di level 3,5–3,75 persen dalam rapat September 2026 mencapai 49,8 persen. Angka itu meningkat dari 36,8 persen pada hari sebelumnya.

Meningkatnya peluang suku bunga bertahan turut menekan dolar AS dan memberikan ruang bagi emas untuk melanjutkan penguatan.

Prediksi Harga Emas Dunia Hari Ini

Secara teknikal, prospek emas masih berada dalam zona bullish. Relative Strength Index (RSI) 14 hari berada di level 56, yang menunjukkan momentum masih cenderung positif karena berada di atas level 50.

Namun, Stochastic RSI 14 hari berada di level 35. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat potensi tekanan jual dalam perdagangan hari ini.

Dengan demikian, emas masih rawan mengalami koreksi setelah mencatat kenaikan cukup tajam dalam dua hari terakhir.

Untuk perdagangan Jumat (4/9/2026), level pivot point berada di sekitar US$4.457 per troy ons. Jika level tersebut ditembus ke bawah, emas berpotensi menguji US$4.425 per troy ons yang menjadi area Moving Average (MA) 5.

Tekanan lebih dalam dapat membawa harga menuju area support US$4.407–US$4.333 per troy ons. Sementara target pesimistis berada di sekitar US$4.285 per troy ons.

Sebaliknya, apabila tren penguatan berlanjut, emas berpeluang menguji resistance US$4.508 per troy ons. Jika berhasil dilewati, target berikutnya berada di kisaran US$4.534–US$4.587 per troy ons, dengan target optimistis mencapai US$4.675 per troy ons.

Artinya, perdagangan emas pada Jumat ini masih sangat terbuka terhadap dua skenario. Harga dapat terkoreksi setelah reli dua hari, tetapi pelemahan dolar AS dan ekspektasi kebijakan The Fed tetap menjadi amunisi bagi emas untuk kembali melanjutkan kenaikan.

Penulis : dafri jh

Editor : guntar

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku
Harga Emas Dunia Menguat 1,1%, Antam Naik Tipis ke Rp2,402 Juta per Gram

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru