BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET

- Penulis

Sabtu, 5 September 2026 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani  saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. (foto. lazir-rentak.id)

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani saat memantau harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang, Jakarta Timur. (foto. lazir-rentak.id)

JAKARTA – Perum BULOG tak ingin gejolak harga beras terjadi di tengah masyarakat. Dengan stok yang mencapai sekitar 4,9 juta ton, BULOG memperkuat intervensi langsung ke pasar rakyat hingga jaringan ritel untuk memastikan pasokan tetap tersedia dan harga beras berada sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

Langkah tersebut dilakukan dengan memperkuat distribusi beras ke berbagai daerah. Jajaran BULOG di seluruh wilayah dan cabang juga turun langsung ke lapangan untuk memantau harga, mengecek ketersediaan stok, sekaligus memastikan tambahan pasokan bisa segera dikirim apabila ditemukan kebutuhan di pasar.

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menegaskan bahwa BULOG tidak hanya bertugas mengawasi perkembangan harga beras, tetapi juga melakukan intervensi ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan.

“BULOG hadir langsung di pasar dan ritel. Kami gelontorkan beras agar pasokan tersedia dan harga tetap terjaga sesuai HET. Jadi bukan hanya melihat, tetapi kami langsung melakukan intervensi dengan menambah pasokan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Sabtu (5/9/2026)

Menurut Ahmad Rizal, kekuatan stok beras yang saat ini berada di kisaran 4,9 juta ton menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan. Stok tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkuat distribusi ke berbagai wilayah sekaligus merespons kebutuhan pasar secara cepat.

Penguatan pasokan dinilai menjadi salah satu kunci untuk menjaga harga beras tetap terkendali. Sebab, ketersediaan stok yang cukup di berbagai saluran distribusi dapat mencegah terjadinya kelangkaan yang berpotensi mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.

Karena itu, BULOG terus memperluas penyaluran beras melalui pasar rakyat, jaringan ritel modern, serta berbagai saluran distribusi lainnya. Distribusi dilakukan secara berkelanjutan agar masyarakat lebih mudah mendapatkan beras dengan harga yang terjangkau.

“Prinsipnya sederhana, beras harus tersedia dan harganya terjangkau. Ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan, BULOG siap menggelontorkan beras. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian harga sesuai HET,” tegasnya.

Intervensi langsung ke pasar tersebut sekaligus memperkuat posisi BULOG sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional. Dengan dukungan stok yang besar, BULOG memiliki ruang untuk bergerak cepat ketika terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan masyarakat.

Tak hanya mengandalkan stok di gudang, BULOG juga memastikan distribusi berjalan hingga ke titik penjualan. Pemantauan harga dan ketersediaan dilakukan bersama jajaran di daerah sehingga kebutuhan tambahan pasokan dapat segera diidentifikasi.

Koordinasi dengan pemerintah daerah, pedagang, pengelola pasar, dan jaringan ritel pun terus diperkuat. Sinergi tersebut diperlukan agar distribusi beras berjalan lancar dan pasokan dapat tersebar secara merata di berbagai wilayah.

BULOG memastikan langkah stabilisasi akan terus dilakukan secara konsisten. Dengan stok sekitar 4,9 juta ton dan jaringan distribusi yang terus diperkuat, BULOG siap menggelontorkan pasokan kapan pun diperlukan untuk menjaga ketersediaan beras dan stabilitas harga di tingkat konsumen.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru

Resident Evil Extinction dibintangi Milla Jovovich. (Constantin Film International GmbH & Davis Films-Impact Pictures Inc.)

Hiburan

Film Resident Evil: Extinction Tayang Malam Ini di Trans TV

Minggu, 1 Nov 2026 - 14:31 WIB