339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

- Penulis

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lobster (foto.istimewa)

Lobster (foto.istimewa)

JAKARTA — Lobster hasil budi daya Indonesia mulai mencicipi pasar ekspor. Sebanyak 339,5 kilogram lobster dari Modeling Budi Daya Lobster Batam, Kepulauan Riau, berhasil dikirim dan dipasarkan ke Singapura.

Respons pasar yang positif membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) semakin percaya diri memperluas pengembangan budi daya lobster ke wilayah lain, termasuk Pulau Jawa.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP Tb Haeru Rahayu mengatakan keberhasilan di Batam membuktikan lobster dapat dibudidayakan sejak fase benih hingga mencapai ukuran konsumsi.

“Ini menunjukkan kita sudah bisa membudidayakan lobster mulai dari stadia benih bening lobster (BBL) sampai ukuran konsumsi, bahkan hasilnya sudah bisa kita jual dan ekspor,” ujar Tb Haeru dalam siaran resmi KKP di Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Menurut dia, pengiriman 339,5 kilogram lobster budi daya Batam ke Singapura menjadi bagian dari uji pasar. Hasilnya cukup menggembirakan karena lobster tetap dalam kondisi baik dan mendapat respons positif dari pasar.

KKP selanjutnya menargetkan pengiriman lobster budi daya Batam berikutnya pada November mendatang.

Capaian tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa budi daya dapat menjadi salah satu sumber pasokan lobster nasional. Produksi yang berasal dari budi daya dinilai lebih mudah diproyeksikan dibandingkan hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam.

Tak ingin keberhasilan Batam berhenti sebagai proyek percontohan, KKP berencana menularkan model tersebut ke sejumlah daerah.

Salah satu wilayah yang disiapkan adalah Situbondo, Jawa Timur. Pengembangan ini diarahkan untuk memperkuat produksi lobster budi daya di kawasan tengah Indonesia.

“Pengembangan ini diarahkan agar modeling di Batam dapat mendukung wilayah barat Indonesia, Situbondo untuk wilayah tengah, sedangkan pengembangan di Lombok dan Nusa Tenggara Barat dapat mendukung kawasan timur,” kata Tb Haeru.

Dengan pembagian tersebut, KKP ingin membangun jaringan produksi lobster budi daya yang tersebar di berbagai kawasan. Batam akan menjadi penopang wilayah barat, Situbondo untuk kawasan tengah, sementara Lombok dan Nusa Tenggara Barat diarahkan memenuhi kebutuhan kawasan timur.

Model ini diharapkan tidak hanya memasok pasar domestik, tetapi juga memperbesar kapasitas Indonesia untuk memenuhi permintaan ekspor lobster.

Pengembangan budi daya lobster juga berpotensi menggerakkan usaha masyarakat di sekitar lokasi produksi.

Di Batam, misalnya, kebutuhan pakan lobster membuka peluang kerja sama dengan masyarakat dan pembudidaya. Salah satu yang berpotensi dikembangkan adalah penyediaan kekerangan yang menjadi sumber pakan lobster.

KKP melihat keterhubungan tersebut dapat menciptakan rantai usaha dari hulu hingga hilir. Artinya, manfaat ekonomi dari budi daya lobster tidak hanya dinikmati oleh pelaku utama, tetapi juga masyarakat yang terlibat dalam penyediaan pakan dan kegiatan pendukung lainnya.

Eksportir: Lobster Batam Tetap Prima Sampai Singapura
Kualitas lobster budi daya Batam juga mendapat penilaian positif dari pelaku ekspor.

Sugianto, eksportir yang selama ini memperdagangkan kepiting dan lobster ke Singapura serta Tiongkok, mengatakan pihaknya telah melakukan uji pasar sebelum lobster Batam dipanen dalam jumlah lebih besar.

Hasil pengujian menunjukkan kondisi lobster tetap baik selama proses pengiriman hingga tiba di tempat penampungan.

“Kualitasnya bagus, lobsternya tidak loyo. Sampai di penampungan kondisinya tetap bagus. Kita juga sudah tes ekspor ke Singapura dan responsnya sangat baik,” ujar Sugianto.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan pasar lobster hasil budi daya Indonesia.

Ia menilai peluang pasar masih terbuka lebar. Pasalnya, budi daya memungkinkan pasokan lobster diproduksi secara lebih terukur sehingga pelaku usaha tidak sepenuhnya bergantung pada hasil tangkapan dari alam.

“Peluang pasar lobster budi daya Indonesia masih terbuka lebar karena dengan metode tersebut pasokan lobster lebih terukur. Jadi, pelaku usaha tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan dari alam,” ujarnya.

Keberhasilan lobster budi daya Batam menembus pasar Singapura pun menjadi pijakan awal bagi pengembangan komoditas tersebut. Dengan rencana ekspansi ke Situbondo, Lombok, dan Nusa Tenggara Barat, KKP kini mendorong agar budi daya lobster tumbuh menjadi sumber produksi sekaligus mesin ekonomi baru bagi masyarakat pesisir.

Penulis : dafri jh

Editor : ameri

Berita Terkait

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara
BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima
BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula
Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali
BULOG Punya Stok 4,9 Juta Ton, Beras Siap Digelontorkan untuk Jaga Harga Sesuai HET
Harga Emas Antam Hari Ini 4 September 2026: Berpotensi Turun ke Rp2,6 Juta, tapi Bisa Naik Lagi
Bantuan Pangan Beras Dipercepat, BULOG Salurkan 30 Kg untuk Warga di Papua dan Maluku
Harga Emas Dunia Menguat 1,1%, Antam Naik Tipis ke Rp2,402 Juta per Gram

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 18:52 WIB

Ekspor Perikanan Indonesia Tembus USD 3 Miliar, Produk RI Masuk 152 Negara

Jumat, 11 September 2026 - 10:14 WIB

BULOG Gandeng TNI Percepat Penyaluran Bantuan Pangan untuk 33,2 Juta Penerima

Jumat, 11 September 2026 - 09:39 WIB

339,5 Kg Lobster Budi Daya Batam Laku di Singapura, KKP Bidik Jawa

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

BULOG Perluas Distribusi Beras Premium ke Ritel Modern, Pasokan Disiapkan 75 Ribu Ton per Bula

Sabtu, 5 September 2026 - 22:21 WIB

Turun ke Pasar, BULOG Pastikan Pasokan dan Harga Beras Terkendali

Berita Terbaru