JAKARTA – Pemerintah tancap gas mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di tiga daerah sebagai bentuk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Gizi Nasional (BGN), dan tiga BUMN Karya lewat skema Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR).
Menteri PU Dody Hanggodo menyebut pembangunan dapur SPPG ini merupakan bagian dari komitmen kementeriannya untuk memperkuat infrastruktur pendukung program prioritas nasional.
“Ini bukan sekadar bangun dapur. Kita bangun sistem yang lengkap: dari akses jalan, air bersih, sanitasi, sampai kendaraan distribusi. Tujuannya agar anak-anak sekolah bisa menikmati gizi sehat dan terjangkau,” kata Dody dalam keterangan resmi, Selasa (5/8/2025).
Tiga proyek dapur SPPG sedang dikerjakan di Kota Jambi, Kota Banjar (Jawa Barat), dan Kabupaten Kebumen (Jawa Tengah). Masing-masing dapur menelan biaya hingga Rp4,5 miliar dan mencakup dapur utama, tempat parkir, IPAL, jaringan air minum, serta kendaraan distribusi makanan.
Pekerjaan ini ditargetkan rampung pada September 2025, agar bisa langsung beroperasi untuk menyuplai makanan bergizi gratis ke sekolah-sekolah.
Pekerjaan fisik proyek ini dipercayakan kepada tiga BUMN Karya besar, masing-masing dengan pendekatan konstruksi berbeda:
PT Adhi Karya (Persero) Tbk bertugas membangun SPPG Tipe I di Kebumen. Struktur dapur menggunakan sistem modular baja. Lokasinya berada di TK Putra II, Tanuharjo. Pekan ini, tim mulai membersihkan lahan, memasang ruang panel, bak IPAL, serta memulai pekerjaan plumbing.
PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk menangani SPPG Tipe II di Kota Banjar dengan struktur hollow modular. Proyek mencakup pembangunan struktur, arsitektur, MEP, serta penataan lanskap dan furnitur.
PT Hutama Karya (Persero) membangun SPPG Tipe III di Kota Jambi dengan struktur pasangan bata terkekang. Fokus pekerjaan ada di penguatan arsitektur, signage, instalasi, hingga kelengkapan dapur.
Pemerintah berharap, ketiga proyek ini bisa jadi prototipe nasional untuk pembangunan dapur gizi di seluruh Indonesia. Tak hanya berhenti di tiga lokasi, pengembangan SPPG juga akan menyasar 9 sekolah Yayasan Pendidikan Putra yang tersebar dari Aceh hingga Sulawesi Selatan.
Dengan sinergi antarlembaga, Kementerian PU ingin memastikan bahwa setiap anak di Indonesia mendapat akses makanan sehat sejak usia dini.
“Ini kerja besar, tapi kita harus mulai dari yang konkret. Infrastruktur gizi adalah fondasi SDM unggul di masa depan,” tegas Menteri Dody.
Penulis : lazir
Editor : ameri













