Keind Didorong Garap Peluang Usaha di Sektor Pekerja Migran, dari Pelatihan hingga Pemberdayaan

- Penulis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 16:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wamen Christina  Aryani dalam acara Outlook Ekonomi 2025 di Wisma Mandiri,Jakarta. (dok. kemenp2mi)

Wamen Christina Aryani dalam acara Outlook Ekonomi 2025 di Wisma Mandiri,Jakarta. (dok. kemenp2mi)

JAKARTA – Wakil Menteri (Wamen) Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Christina Aryani mengajak Kamar Entrepreneur Indonesia (Keind) untuk melihat potensi bisnis di sektor peningkatan keterampilan dan pemberdayaan pekerja migran serta keluarganya.

“Entrepreneur pasti jeli melihat peluang usaha. Saya melihat ke depan sektor ini akan semakin besar, karena target kita adalah 425 ribu penempatan dengan job order mencapai 1,5 juta,” ujar Christina dalam acara Outlook Ekonomi 2025 di Wisma Mandiri, Jakarta, Sabtu (22/2/2025).

Menurutnya, peluang bisnis yang bisa dimanfaatkan Keind meliputi pelatihan permodalan, pemasaran, kewirausahaan, manajemen SDM, hingga produksi dan operasional.

“Keind bisa masuk di pelatihan-pelatihan kewirausahaan dan pemasaran, baik untuk pekerja migran yang masih aktif maupun yang sudah purna,” tuturnya.

Wamen Christina menegaskan bahwa Kementerian P2MI terus menghubungkan potensi pekerja migran dengan peluang kerja di luar negeri, seperti kebutuhan perawat di Jerman. Ia pun mendorong Keind untuk turut serta dalam penyediaan pelatihan bahasa.

“Kalau mereka baru belajar bahasa Jerman setelah lulus, tentu akan terlambat atau prosesnya jadi lebih panjang. Akan lebih baik jika mereka bisa mengikuti kursus bahasa Jerman sejak masih di sekolah perawat,” jelas politisi Partai Golkar itu.

Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama dengan Keind dalam hal pelatihan dan persiapan keberangkatan pekerja migran, termasuk akses terhadap kredit usaha rakyat.

“Termasuk peluang di kredit usaha rakyat untuk pekerja migran,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Umum Keind, Afda Rizal Armashita, menyambut baik gagasan Wamen Christina.

Ia mengungkapkan bahwa Keind telah menindaklanjuti peluang tersebut dengan menandatangani MoU bersama KemenP2MI untuk berbagai program, seperti pelatihan, kewirausahaan, dan pemasaran.

“Sesuai dengan tagline Kementerian P2MI ‘Pergi Migran, Pulang Juragan’, Keind akan membantu para pekerja migran menjadi juragan-juragan yang handal,” pungkas Afda. ***

Penulis : amanda az

Editor : regardo

Berita Terkait

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia
Usai Sertijab, Dudung Bicara Pesan Prabowo soal Politik dan Keamanan
Listrik Padam karena Pohon, Ateng Sutisna Dorong PLN Percepat Kabel Bawah Tanah

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:58 WIB

Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:16 WIB

RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:09 WIB

Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terbaru