KAI Wisata Sulap Stasiun Yogyakarta Jadi Etalase Batik dan Produk Lokal Berkelanjutan

- Penulis

Kamis, 16 Juli 2026 - 18:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang pengunjung mengamati koleksi produk lokal yang dipamerkan di Lelana Gallery, Stasiun Yogyakarta, Kamis (16/7/2026). Galeri yang dihadirkan KAI Wisata tersebut menjadi wadah promosi bagi batik, tenun, dan produk kreatif berkelanjutan sekaligus mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan UMKM Indonesia.

Seorang pengunjung mengamati koleksi produk lokal yang dipamerkan di Lelana Gallery, Stasiun Yogyakarta, Kamis (16/7/2026). Galeri yang dihadirkan KAI Wisata tersebut menjadi wadah promosi bagi batik, tenun, dan produk kreatif berkelanjutan sekaligus mendukung pelestarian budaya serta pemberdayaan UMKM Indonesia.

RENTAK.ID – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) menghadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta sebagai wadah promosi bagi produk lokal dan pelestarian warisan budaya Nusantara.

Galeri yang diperkenalkan melalui soft launching pada Kamis (16/7) itu menjadi ruang kurasi bagi berbagai brand yang mengedepankan kualitas desain sekaligus prinsip keberlanjutan. Lelana Gallery hadir di area Showcase Gallery dan Executive Lounge Stasiun Yogyakarta.

Kehadiran galeri tersebut sekaligus memperkuat peran Stasiun Yogyakarta sebagai simpul strategis yang mengintegrasikan layanan transportasi, hospitality, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis komunitas.

Direktur Utama KAI Wisata Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, inisiatif tersebut merupakan bentuk dukungan perusahaan terhadap UMKM lokal dan pelestarian budaya Indonesia.

“Lelana Gallery ini hadir sebagai komitmen KAI Wisata dalam mendukung UMKM lokal dan pelestarian warisan budaya Nusantara. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari upaya KAI Wisata untuk memperkaya pilihan bagi penumpang KAI selama ada di stasiun sebagai ruang publik yang bernilai edukatif dan berdampak positif bagi ekosistem kreatif nasional,” ujar Agus di Yogyakarta, Kamis (16/7/2026).

Menurut Agus, Lelana Gallery juga menjadi jembatan antara sektor pariwisata dan keberlanjutan. Setiap merek yang dikurasi tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga membawa dampak sosial, budaya, dan lingkungan.

Pada tahap awal, galeri tersebut menghadirkan tiga brand pilihan, yakni Galeri Batik Jawa, Lawe Indonesia, dan The Mogus by Mang Moel.
Galeri Batik Jawa menampilkan produk batik dengan pewarna alami yang ramah lingkungan serta mendorong keberlangsungan para perajin tradisional. Sementara Lawe Indonesia berfokus pada pemberdayaan ribuan perajin tenun di berbagai daerah sekaligus menjaga kelestarian tradisi tenun Nusantara.

Adapun The Mogus by Mang Moel mengusung kampanye pelestarian lingkungan melalui berbagai karya dan praktik kreatif, menjadikan isu lingkungan sebagai bagian utama dalam setiap produk yang dihasilkan.

Ketiga brand tersebut dipilih untuk merepresentasikan tiga pilar utama Lelana Gallery, yakni pelestarian budaya, pemberdayaan komunitas, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui proses kurasi yang ketat, KAI Wisata memastikan seluruh produk yang ditampilkan sejalan dengan visi keberlanjutan perusahaan.

KAI Wisata berharap Lelana Gallery dapat menjadi destinasi baru di Stasiun Yogyakarta yang tidak hanya menawarkan pengalaman berbelanja produk lokal berkualitas, tetapi juga menghadirkan perjalanan wisata yang lebih bermakna.

“Kami ingin penumpang yang datang ke Stasiun Yogyakarta tidak hanya berangkat atau tiba, tetapi juga meiliki pilihan yang kaya untuk dapat membawa pulang cerita dan produk yang memiliki nilai budaya dan keberlanjutan,” tambah Agus.

Selain itu, soft launching Lelana Gallery menjadi bagian dari upaya KAI Wisata dalam mengoptimalkan aset stasiun menjadi living museum sekaligus lifestyle destination yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional. Model kurasi serupa juga diharapkan dapat diterapkan di stasiun-stasiun strategis lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh pelaku ekonomi kreatif dan masyarakat.(***)

Berita Terkait

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor
Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A
Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan
Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh
GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau
GEMPHAR Gelar Santunan Anak Yatim dan Lomba Tahfiz Al-Qur’an di Sukadanau
Kebakaran Desa Adat Sade Lombok Hanguskan 167 Bangunan, Keris dan Naskah Kuno Ikut Musnah
Fadli Zon Ajak Anak Indonesia Lestarikan Permainan Tradisional di Hari Anak Nasional 2026

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 07:28 WIB

Kebun Hantu Hadir di TIM, Mengungkap “Hantu” yang Tersimpan dalam Tubuh Aktor

Senin, 28 September 2026 - 11:16 WIB

Candi Batujaya Karawang Jangan Terbengkalai, DPR Dorong Pengembangan Wisata 3A

Jumat, 25 September 2026 - 14:01 WIB

Revitalisasi Keraton Surakarta Dimulai, 13 Kawasan Jadi Sasaran Penataan

Rabu, 9 September 2026 - 07:51 WIB

Restorasi Besar Candi Prambanan Disiapkan, 218 Candi Perwara Masih Runtuh

Senin, 7 September 2026 - 13:31 WIB

GEMPHAR Gelar Pelatihan dan Pembekalan Saksi Jelang Pilkades Sukadanau

Berita Terbaru