Israel Serang Markas UNIFIL, Prajurit TNI Gugur—DPR: Pelanggaran Berat, Harus Diusut Tuntas!

- Penulis

Selasa, 31 Maret 2026 - 03:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. (dok.rentàk.id)

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta. (dok.rentàk.id)

JAKARTA – Serangan militer Israel terhadap markas pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon menuai kecaman keras.

Insiden tersebut tidak hanya melanggar hukum internasional, tetapi juga merenggut nyawa satu prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian dunia.

Satu orang tentara UNIFIL asal Indonesia dilaporkan gugur setelah markas mereka dibom oleh militer Israel. Selain korban jiwa, Kementerian Luar Negeri RI juga menyebutkan adanya personel TNI lain yang mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.

Menanggapi tragedi ini, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus mengecam keras tindakan yang dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya prajurit TNI dalam menjalankan tugas mulia sebagai bagian dari misi perdamaian dunia. Namun di sisi lain, kami juga mengecam keras serangan Israel terhadap markas pasukan penjaga perdamaian PBB. Tindakan ini tidak dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional,” tegas Sukamta, Senin (30/3/2026) di Jakarta.

Ia menegaskan, pengabdian TNI dalam misi perdamaian dunia merupakan bentuk komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Karena itu, setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian tidak hanya membahayakan nyawa personel, tetapi juga mencederai upaya kolektif menjaga perdamaian internasional.

“Pengabdian prajurit kita adalah simbol kontribusi Indonesia bagi dunia. Serangan terhadap mereka bukan hanya serangan terhadap Indonesia, tetapi juga terhadap mandat perdamaian internasional. Ini harus menjadi perhatian serius komunitas global,” ujarnya.

Lebih lanjut, politisi Fraksi PKS tersebut mendesak pemerintah untuk mengambil langkah tegas melalui jalur diplomasi internasional, termasuk mendorong investigasi menyeluruh dan transparan atas insiden tersebut.

“Kami percaya negara akan mengambil langkah yang tepat dan terukur. Pemerintah harus mendorong investigasi internasional yang transparan dan independen, serta memastikan ada pertanggungjawaban atas serangan ini. Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi perdamaian, tetapi dalam situasi seperti ini, ketegasan tidak bisa ditawar,” kata Sukamta.

Ia juga menekankan pentingnya perlindungan maksimal bagi seluruh personel TNI yang bertugas di wilayah konflik, serta evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pasukan perdamaian di lapangan.

Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa misi perdamaian dunia bukan tanpa risiko, sekaligus menjadi ujian bagi komunitas internasional dalam menegakkan hukum dan melindungi para penjaga perdamaian.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB
DKPP Kebanjiran Aduan soal Putusan MK, Ketua dan Anggota KPU Dilaporkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:32 WIB

BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:37 WIB

Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya

Berita Terbaru