HPSN 2025: Kolaborasi Kampus dan Pemerintah untuk Indonesia Bebas Sampah

- Penulis

Minggu, 16 Maret 2025 - 14:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kampanye gaua hidup sadar sampah. (dok. rentak.id)

Kampanye gaua hidup sadar sampah. (dok. rentak.id)

JAKARTA – Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2025, tiga kementerian—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi; Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah; serta Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup—bersinergi menggelar program “ASTA Aksi Peduli Sampah Nasional di Lingkungan Sekolah dan Kampus.”

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia Bersih,” kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, menjadi pusat perayaan utama, dengan delapan universitas lainnya turut serta secara serentak.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan, hadir secara langsung untuk memberikan sambutan sekaligus menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

MoU ini menandai langkah strategis dalam memperkuat kerja sama antara sektor pendidikan dan lingkungan hidup.

Kampus sebagai Agen Perubahan

Dalam sambutannya, Wamen Fauzan menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menanamkan kesadaran lingkungan kepada generasi muda.

“Kampus memiliki peran penting dalam menangani permasalahan sampah. Kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya memang meningkat, tetapi masih sering terjadi penumpukan yang menyulitkan pengelolaan. Perguruan tinggi harus aktif dalam mencari solusi atas permasalahan ini,” ujar Fauzan, Minggu (16/3/2025).

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan lingkungan bukan hanya tantangan nasional, melainkan juga isu global yang membutuhkan solusi inovatif.

“Persoalan sampah sudah ada sejak lama dan terus menjadi tantangan. Kampus harus hadir sebagai problem solver dalam isu lingkungan ini. Sinergi antara dunia pendidikan dan sektor lingkungan hidup adalah langkah strategis menuju Indonesia yang lebih ramah lingkungan,” tambahnya.

Kolaborasi Pemerintah dan Akademisi

Sebagai bagian dari rangkaian acara, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, bersama Wamen Fauzan, menandatangani Nota Kesepahaman yang menegaskan komitmen kerja sama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan di sektor pendidikan tinggi.

“Ini adalah sinergi yang strategis dan kolaborasi futuristik antara Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Semoga kerja sama ini terus mendorong Indonesia menjadi negara yang ramah lingkungan,” ujar Fauzan.

Selain penandatanganan MoU, berbagai kegiatan digelar dalam program ASTA, antara lain:

  • Pengukuhan Kader Lingkungan dari kalangan pelajar dan mahasiswa sebagai agen perubahan dalam menjaga kebersihan lingkungan.
  • Video conference dengan tujuh perguruan tinggi lainnya untuk memperluas dampak gerakan ini.

Rektor Universitas Lambung Mangkurat, Ahmad Alim Bachri, juga menegaskan bahwa ULM siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengedukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah.

Pemerintah berharap, melalui program ini, kesadaran peduli lingkungan di sekolah dan kampus tidak hanya menjadi gerakan sesaat, tetapi berkembang menjadi budaya yang berkelanjutan.

Dengan kolaborasi yang kuat antara dunia pendidikan dan sektor lingkungan hidup, visi Indonesia bersih dan lestari bukan lagi sekadar impian, tetapi sebuah kenyataan yang bisa diwujudkan bersama.***

Penulis : lazir

Editor : regardo

Berita Terkait

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah
SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan
Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda
Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani
Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana
Dulu Bocor dan Rusak, Kini SDN Cirimekar 02 Bogor Punya Ruang Kelas Lebih Nyaman
FSGI Catat 100 Kasus Kekerasan di Sekolah, Korban Capai 1.000 Orang
TKA 2026 Ditutup, 4,2 Juta Siswa Sudah Mendaftar

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:32 WIB

Kunjungi Rumah Mahasiswa Unram, Lalu Hadrian Ungkap Pentingnya KIP Kuliah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:44 WIB

SMA Unggul Garuda Jangkau 51 Titik, Penerimaan Siswa Baru 2027/2028 Disosialisasikan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:08 WIB

Orang Tua Siswa Buka Suara, Hetifah Soroti Keamanan Asrama Sekolah Rakyat Samarinda

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Lantik 162 Pejabat Kemendikdasmen, Abdul Mu’ti Tekankan Birokrasi yang Melayani

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Toreh Sejarah Baru, Pramuka MA Khomsani Nur Lumajang Gelar Pelantikan Perdana

Berita Terbaru