Harga Beras di Pekanbaru Tembus Rp15.800 per Kg, Warga Mengeluh Beban Hidup Makin Berat

- Penulis

Jumat, 30 Mei 2025 - 13:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tumpukan beras Bulog di Tanjung Priok. (lazir-rentak.id)

Ilustrasi tumpukan beras Bulog di Tanjung Priok. (lazir-rentak.id)

PEKANBARU – Harga beras di Pekanbaru melonjak tajam dalam beberapa pekan terakhir, menembus angka rata-rata Rp15.800 per kilogram. Kenaikan ini jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yakni Rp14.900 untuk beras premium dan Rp12.500 untuk beras medium. Kondisi ini memicu keresahan masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang menjadi garda terdepan dalam mengelola kebutuhan pangan keluarga.

“Harga beras naik Rp5.000 per 10 kilogram. Kami masyarakat ini terus mendapat tekanan ekonomi, pendapatan semakin berkurang, pengeluaran semakin membengkak. Pemerintah bantu kami, Pak,” keluh Yulia, seorang ibu rumah tangga di kawasan Tampan, Pekanbaru, Jumat (30/5/2025).

Keluhan serupa banyak disuarakan warga lainnya. Tak hanya mengganggu keseimbangan ekonomi rumah tangga, lonjakan harga beras juga memunculkan dampak sosial yang signifikan.

Kenaikan harga beras berpotensi memperlebar kesenjangan sosial-ekonomi, terutama bagi keluarga berpenghasilan rendah. Dalam struktur pengeluaran mereka, porsi untuk kebutuhan pangan, khususnya beras, sangat dominan.

“Banyak keluarga yang terpaksa mengurangi konsumsi beras atau mencari sumber karbohidrat alternatif yang lebih murah seperti ubi atau jagung,” ujar Siti Nurhaliza, pegiat komunitas pangan lokal di Pekanbaru.

Selain perubahan pola konsumsi, tekanan ekonomi ini juga berdampak pada kesehatan mental masyarakat. Ketidakpastian yang berkepanjangan menimbulkan kecemasan, bahkan memicu potensi ketidakpuasan sosial yang bisa berujung pada protes warga.

Namun di sisi lain, situasi sulit ini juga menumbuhkan solidaritas sosial di sejumlah lingkungan. Warga yang mampu mulai saling berbagi bahan pangan dengan tetangga yang kekurangan.

Guru Besar Penyuluhan dan Komunikasi Pertanian UGM, Prof. Subejo, S.P., M.Sc., Ph.D., mengingatkan bahwa krisis pangan seperti ini tak bisa disikapi secara parsial. “Kenaikan harga beras dapat memperburuk kondisi sosial ekonomi masyarakat, terutama bagi rumah tangga yang tidak mendapatkan bantuan sosial. Hal ini memperberat beban keluarga dan mendorong ketidakpuasan sosial,” ujarnya kepada wartawan, Jumat (30/5/2025).

Ia menekankan pentingnya sinergi lintas level pemerintahan dalam menjaga stabilitas harga dan menjamin distribusi pangan yang adil. “Pemerintah pusat, daerah, dan desa harus bekerja sama untuk memastikan distribusi dan pasokan pangan tetap lancar dan tepat sasaran,” tambahnya.

Data dari Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional menunjukkan tren kenaikan harga beras terjadi secara nasional, dengan rata-rata harga harian terus menanjak sejak awal Mei 2025. Laporan Bisnis.com per 30 Mei juga mengonfirmasi bahwa sebagian besar pasar tradisional di Pekanbaru telah menjual beras premium di atas HET.

Dengan kondisi ini, masyarakat berharap adanya langkah konkret dari pemerintah untuk menekan harga, memperkuat subsidi pangan, serta memperluas jangkauan bantuan sosial demi menjaga daya beli masyarakat.

 

Editor : hatorangan

Sumber Berita: gardo

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru