JAKARTA – Upaya pemerintah menghadirkan pangan murah bagi masyarakat mencatat sejarah baru. Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Perum Bulog berhasil memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) setelah menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) secara serentak di 4.337 titik seluruh Indonesia.
Senior Manager Operasional MURI, Triyono, mengatakan penghargaan tersebut menjadi bukti nyata sinergi pemerintah dalam menjaga ketersediaan pangan.
“Dengan bangga, Museum Rekor Indonesia memberikan piagam penghargaan kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Dalam Negeri, dan Perum Bulog atas capaian luar biasa ini,” ujarnya di Kantor Pusat Bulog, Jakarta, Selasa (2/9/2025).
Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya angka, tetapi bentuk kolaborasi lintas lembaga—mulai dari kementerian, pemerintah daerah, BUMN, TNI, hingga Polri—yang berkomitmen menyediakan pangan pokok dengan harga terjangkau bagi rakyat.
Rekor tersebut resmi tercatat setelah pelaksanaan GPM serentak pada 29 Agustus 2025, memecahkan rekor sebelumnya pada 28 Juni 2023 yang hanya mencakup 362 titik oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyambut baik penghargaan ini. Ia menegaskan GPM menjadi bagian strategi besar pemerintah dalam menstabilkan harga beras sekaligus menjaga inflasi.
“Sebelumnya kita sudah melakukan operasi pasar di 4.337 titik. Sekarang kita fokus melanjutkan di 214 kabupaten seluruh Indonesia bersama Kemendagri, Bulog, dan Bapanas,” kata Amran.
Amran menambahkan, langkah ini mulai menunjukkan hasil dengan inflasi yang turun dari 2,37 menjadi 2,31 serta meredanya kenaikan harga beras. Ia menegaskan operasi pasar akan terus digencarkan hingga akhir tahun.
“Kita harus terus melakukan operasi pasar untuk menekan harga. Bila perlu kita lanjutkan sampai Desember. Stok kita aman, tersedia 1,3 juta ton beras untuk operasi pasar dengan total stok nasional sekitar 4 juta ton,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kualitas beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan tetap terjaga.
“Semua beras yang dikeluarkan Bulog adalah beras yang baik, sesuai prosedur dan petunjuk teknis,” kata Rizal.
Penulis : lazir
Editor : ameri












