Geliat Batik Desa Singkawang, Astra Bangun Ekonomi Warga Berbasis Komunitas

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi aktivitas produksi batik masyarakat Desa Sejahtera Astra Singkawang (dok. rentak.id)

Ilustrasi aktivitas produksi batik masyarakat Desa Sejahtera Astra Singkawang (dok. rentak.id)

SINGKAWANG –  Dari goresan canting di atas kain putih, harapan baru tumbuh bagi warga Desa Sejahtera Astra Singkawang. Aktivitas membatik yang telah lama hidup di tengah masyarakat kini berkembang menjadi penggerak ekonomi desa berkat pendampingan Astra melalui program Desa Sejahtera Astra berbasis komunitas dan sistem produksi berkelanjutan.

Di Singkawang, keterampilan membatik telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal masyarakat. Namun, agar manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas dan berkelanjutan, diperlukan penguatan pengelolaan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sistem produksi yang lebih terstruktur.

Sejak 2021, Astra melalui program Desa Sejahtera Astra hadir mendampingi masyarakat Singkawang untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus membangun fondasi produksi yang lebih mandiri berbasis potensi lokal.

“Pendampingan yang dilakukan oleh Astra melalui Desa Sejahtera Astra bertujuan untuk membangun kapasitas masyarakat serta membangun sistem kerja dan produksi yang dikelola secara bersama, sehingga aktivitas ekonomi desa dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. Inisiatif di Desa Sejahtera Astra Singkawang diharapkan dapat memberi manfaat nyata bagi masyarakat sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa,” ujar Presiden Direktur Astra, Djony Bunarto Tjondro, dikutip Selasa (13/1/2026)

Dalam pengembangan batik di Singkawang, penggerak desa Priska Yeniriatno memegang peranan penting. Berangkat dari pengalaman membangun kegiatan membatik secara mandiri, Priska mendorong penguatan sumber daya manusia agar keterampilan membatik tidak berhenti pada individu, melainkan dapat ditransfer, direplikasi, dan dikelola bersama oleh masyarakat.

Hingga kini, kegiatan membatik telah berkontribusi pada peningkatan aktivitas produksi masyarakat sebesar 50 persen serta membuka peluang penghidupan yang lebih berkelanjutan bagi warga Desa Sejahtera Astra Singkawang.

“Bagi saya, dampak yang paling terasa adalah konsistensi warga untuk tetap produktif dalam membatik. Kini, sebagian dari mereka bahkan telah membuka workshop sendiri serta menerima berbagai kegiatan dari luar untuk berbagi pengetahuan tentang batik yang mereka kembangkan. Menurut saya, inilah dampak yang paling luar biasa,” ujar Priska.

Saat ini, program Desa Sejahtera Astra Singkawang telah melibatkan lebih dari 240 pelaku batik yang tergabung dalam 18 kelompok produksi aktif. Program ini juga mendorong tumbuhnya workshop mandiri serta kegiatan edukasi membatik di lingkungan sekitar.

Kisah lengkap perjalanan Priska Yeniriatno dalam menggerakkan perubahan di Desa Sejahtera Astra Singkawang dapat disaksikan melalui kanal YouTube SATU Indonesia.

Semangat Astra untuk terus mendukung penguatan masyarakat berbasis potensi lokal melalui Desa Sejahtera Astra sejalan dengan cita-cita Astra untuk Sejahtera Bersama Bangsa serta mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya
Mentan Bongkar Modus Penyelewengan Beras SPHP, 8 Pegawai Bulog dan Bapanas Dicopot
Jotun hingga Golden Eagle Masuk Agenda KPPU, Ini 5 Dugaan Pelanggaran Usaha yang Diperiksa

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:45 WIB

Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia

Berita Terbaru