Film Animasi Jumbo Sentuh Hati Jutaan Penonton, Pakar Psikologi UGM Ungkap Pesan Tersembunyi untuk Orang Tua

- Penulis

Jumat, 2 Mei 2025 - 14:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poster film Jumbo. Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., Dosen Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada memberikan ulasan film “Jumbo” dari sisi psikologi serta pesan bagi orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak. (Foto: Visinema)

Poster film Jumbo. Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., Dosen Psikologi Klinis Universitas Gadjah Mada memberikan ulasan film “Jumbo” dari sisi psikologi serta pesan bagi orang tua untuk mendampingi tumbuh kembang anak. (Foto: Visinema)

Film animasi “Jumbo” berhasil menarik perhatian publik dan menjadi perbincangan luas setelah menembus angka lebih dari tujuh juta penonton. Mengangkat kisah petualangan Don dan sahabat-sahabatnya, film ini menyuguhkan gambaran relasi keluarga dan dinamika anak dengan pendekatan yang penuh warna dan makna.

Menurut Wulan Nur Jatmika, S.Psi., M.Sc., dosen Psikologi Klinis dari Universitas Gadjah Mada (UGM), film Jumbo memiliki kedalaman cerita yang bisa dipahami dari berbagai sudut usia. “Film ini bukan hanya hiburan semata. Ada pesan berlapis yang dapat diterima berbeda oleh anak-anak maupun orang dewasa,” tuturnya saat ditemui di Kampus UGM.

Bagi anak-anak, lanjut Wulan, Jumbo menyampaikan nilai-nilai tentang arti pertemanan, semangat kerja sama, hingga pentingnya saling membantu. “Sementara untuk penonton dewasa, ada nuansa nostalgia yang menyentuh, serta penggambaran psikologis tiap tokohnya yang cukup mendalam,” jelasnya.

Wulan mengapresiasi kerja keras tim kreatif di balik film ini. “Saya pribadi sangat menghargai bagaimana film ini dirancang dengan alur yang kuat, visual yang menarik, dan karakter yang berkembang secara realistis. Banyak pelajaran hidup yang bisa dipetik,” ungkapnya.

Dalam ulasan psikologisnya, Wulan menyoroti bagaimana film ini menyinggung realita sosial yang kerap diabaikan, khususnya dampak dari Adverse Childhood Experiences (ACEs) peristiwa traumatis yang terjadi sebelum seseorang berusia 18 tahun, seperti kehilangan orang tua, kekerasan, atau pengabaian emosional.

“Karakter seperti Don, Atta, hingga Maesaroh dan Nurman merepresentasikan anak-anak yang tumbuh dalam kondisi sulit, dan hal ini sangat relevan dengan kondisi sosial di Indonesia,” tegasnya. Ia menambahkan, “Banyak anak di sekitar kita yang mengalami hal serupa tanpa mendapat perhatian yang cukup.”

Tak hanya itu, isu perundungan dalam film juga mendapat sorotan. Hubungan antara Don dan Atta mengilustrasikan kompleksitas dunia anak-anak yang kadang kelam. “Perundungan tidak terjadi tanpa sebab. Anak pelaku pun seringkali merupakan korban dari situasi lain, seperti pola asuh keras atau lingkungan negatif,” ujar Wulan.

Namun yang menarik, Don yang menjadi korban perundungan digambarkan tetap ceria dan percaya diri berkat dukungan emosional dari sekitarnya. “Ini menunjukkan bahwa dukungan sosial bisa menjadi pelindung penting bagi anak yang rentan,” ucapnya. Wulan pun menekankan pentingnya penguatan lingkungan yang suportif, seperti kelekatan emosional dengan orang tua, sekolah yang aman, dan dukungan dari masyarakat.

Melalui Jumbo, penonton diajak merenung tentang pentingnya peran orang tua dan lingkungan dalam membentuk karakter anak. “Orang tua seringkali fokus pada hal-hal yang diinginkan anak, padahal yang lebih penting adalah apa yang mereka butuhkan,” tegas Wulan.

Ia juga menambahkan bahwa fase awal kehidupan terutama usia 0-5 tahun adalah masa krusial yang sangat menentukan masa depan anak. “Cinta tanpa syarat, nilai kehidupan, dan bimbingan emosional adalah bekal utama anak untuk tumbuh sebagai individu yang tangguh, sehat, dan siap menghadapi dunia,” pungkasnya. (RKL)

Berita Terkait

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi
BULOG Salurkan 53,5 Ton Beras SPHP ke 107 Koperasi Merah Putih, Bidik 8.000 Titik
Prabowo Rombak Kabinet Lagi! 7 Pejabat Baru Dilantik, Ini Daftar Lengkapnya
Reshuffle Prabowo Hari Ini? 8 Nama Pejabat Mencuat, Ada Jenderal TNI dan Kepala BNPB

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:24 WIB

ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:27 WIB

Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:01 WIB

Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Berita Terbaru