JAKARTA – Upaya menjaga stabilitas harga pangan nasional terus diperkuat pemerintah melalui berbagai instrumen, salah satunya lewat distribusi minyak goreng rakyat “Minyakita” yang dijalankan secara konsisten oleh Perum BULOG. Perusahaan pelat merah ini memastikan pasokan tetap tersedia dan dapat diakses masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah dengan tantangan distribusi yang cukup berat.
Direktur Operasi Perum BULOG, Andi Afdal, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalankan mandat sebagai operator distribusi dengan memastikan penyaluran Minyakita berlangsung berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Distribusi Minyakita tetap kami jalankan secara terukur dan berkelanjutan. BULOG juga terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan kelancaran pasokan di berbagai wilayah, terlebih di wilayah yang memiliki tantangan medan distribusi seperti di Indonesia Timur,” ujar Andi Afdal dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Ia menjelaskan, penyaluran Minyakita dilakukan melalui beragam saluran distribusi yang telah terbangun, mulai dari jaringan ritel hingga mitra strategis lainnya. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga harga tetap terjangkau sekaligus memastikan masyarakat luas dapat memperoleh minyak goreng bersubsidi tersebut.
Tak hanya itu, BULOG juga terus melakukan pembenahan sistem distribusi agar semakin efisien dan tepat sasaran. Peningkatan kapasitas gudang penyimpanan minyak turut dilakukan sebagai bagian dari strategi memperkuat rantai pasok.
Menurut Andi Afdal, langkah-langkah tersebut bertujuan untuk memperluas akses masyarakat, menjaga stabilitas harga sesuai ketentuan pemerintah, serta memastikan distribusi berjalan lebih merata di seluruh wilayah Indonesia.
Sebagai bagian penting dalam ekosistem pangan nasional, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus hadir menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok, termasuk minyak goreng rakyat.
“BULOG akan terus hadir menjalankan mandat pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat,” tutup Andi Afdal.
Penulis : lazir
Editor : reni diana













