Fenomena Langka Gerhana Bulan Total Hiasi Langit Maret 2025

- Penulis

Minggu, 2 Maret 2025 - 04:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada malam tanggal 13 Maret 2025 atau dini hari 14 Maret 2025, langit akan menyajikan fenomena langka berupa gerhana bulan total. (Website NASA)

Pada malam tanggal 13 Maret 2025 atau dini hari 14 Maret 2025, langit akan menyajikan fenomena langka berupa gerhana bulan total. (Website NASA)

RENTAK.ID – Pada malam tanggal 13 Maret 2025 atau dini hari 14 Maret 2025, langit akan menyajikan fenomena langka berupa gerhana bulan total.

Peristiwa ini akan terlihat jelas di Belahan Bumi Barat, ketika Bulan memasuki bayangan Bumi dan memancarkan warna merah jingga yang memukau.

Proses Terjadinya Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi saat Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Bulan akan memasuki umbra, yaitu bayangan inti Bumi yang paling gelap, membuatnya terlihat berwarna merah hingga jingga.

Fenomena ini sering disebut sebagai “Bulan Darah” karena warna kemerahan yang khas.

Warna merah tersebut terjadi akibat proses hamburan cahaya. Ketika cahaya matahari melewati atmosfer Bumi, panjang gelombang biru akan tersebar, sedangkan panjang gelombang merah akan lebih mudah menembus atmosfer dan sampai ke permukaan Bulan. Fenomena ini serupa dengan warna jingga saat matahari terbenam di Bumi.

Cara Menyaksikan Gerhana

Gerhana bulan total ini dapat disaksikan tanpa peralatan khusus, meskipun penggunaan teleskop atau teropong akan memperjelas detail permukaan Bulan.

Disarankan untuk mengamati di lokasi yang minim polusi cahaya agar mendapatkan pengalaman terbaik.

Selain menikmati gerhana, pengamat juga berkesempatan melihat planet Jupiter dan Mars yang akan muncul di langit barat pada saat yang bersamaan.

Bulan akan berada di konstelasi Leo sebelum bergeser ke Virgo, membuat pemandangan langit semakin menakjubkan.

Pesan dari Alam Semesta

Fenomena ini menjadi pengingat tentang keterhubungan seluruh benda langit di tata surya.

Meskipun gerhana bulan total adalah peristiwa astronomi rutin, keindahannya tetap memberikan daya tarik tersendiri bagi para pengamat langit.

Jangan lewatkan kesempatan langka ini untuk menyaksikan salah satu keajaiban alam semesta yang akan kembali terjadi di tahun-tahun mendatang.***

Editor : Ayham

Sumber Berita: Website Nasa

Berita Terkait

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa
Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh
Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya
Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi
Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai
ATR/BPN Buka Akses Peta Tanah Digital, Ini Informasi yang Bisa Dicek Masyarakat
Ateng Sutisna Minta Proyek Panas Bumi Flores Ditunda jika Keselamatan Warga Tak Terjamin
Pendaftaran Mitra MagangHub Ditutup 22 Oktober, Kemnaker Buka Layanan Konsultasi

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 15:03 WIB

Bukan Cuma Karhutla, Mendes Yandri Soroti Sengketa Lahan hingga Koperasi Desa

Senin, 19 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Bukan Cuma Jalan, Kementerian PU Kebut Pemulihan 7 TPA di Aceh

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Ateng Sutisna Desak Evaluasi Karhutla: Jangan Biarkan Rakyat Terus Menanggung Dampaknya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:16 WIB

Karhutla Terus Berulang, Hasto PDIP Soroti Alih Fungsi Hutan dan Lemahnya Mitigasi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:55 WIB

Bandara Riyadh Ditutup Imbas Serangan Houthi, Ini Hak Penumpang yang Wajib Dipenuhi Maskapai

Berita Terbaru

Hiburan

Rahasia Titi Kamal Tetap Ceria, Biasakan Diri Bersyukur

Selasa, 20 Okt 2026 - 01:00 WIB