DPR Dorong Kesiapan Kopdes Merah Putih untuk Majukan Ekonomi Desa

- Penulis

Rabu, 5 Maret 2025 - 20:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Riyono, anggota Komisi IV DPR. (dok.rentak.id)

Riyono, anggota Komisi IV DPR. (dok.rentak.id)

JAKARTA – Gagasan Presiden untuk membentuk Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai penggerak ekonomi perdesaan mendapat apresiasi luas.

Riyono, anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PKS, menilai inisiatif ini berpotensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Namun, ia menekankan bahwa kesiapan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor penentu keberhasilannya.

“Koperasi adalah soko guru ekonomi perdesaan. Jika dijalankan dengan baik, Kopdes Merah Putih bisa menjadi solusi konkret bagi petani dan nelayan agar tidak selalu kalah bersaing dengan tengkulak,” ujar Riyono, Rabu (5/3/2025)

Saat ini, desa telah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang berfungsi melayani kebutuhan warga, seperti pembayaran pajak kendaraan, listrik, dan PBB. Namun, Kopdes Merah Putih dirancang untuk lebih fokus pada aspek bisnis dan perdagangan hasil pertanian, dengan modal awal yang diproyeksikan antara Rp3 hingga Rp5 miliar.

Menurut Riyono, keberhasilan koperasi ini sangat bergantung pada peran aktif petani, nelayan, dan pemuda desa yang memiliki kompetensi serta integritas tinggi.

“Inisiasi harus datang dari mereka sendiri. Jika dikelola oleh orang-orang yang tepat, koperasi ini bisa menjadi pilar kebangkitan ekonomi desa,” tambahnya.

Lebih lanjut, Riyono menekankan pentingnya kesiapan matang dalam implementasi Kopdes di 70.000 desa dan kelurahan.

“Kami di DPR meminta para menteri untuk benar-benar merancang langkah teknis dan operasionalnya dengan baik. Libatkan pemuda tani, nelayan, serta ibu-ibu dalam pembentukan dan pengelolaan koperasi ini,” tegasnya.

Ia juga melihat Kopdes Merah Putih sebagai peluang bagi para sarjana pertanian untuk kembali ke kampung halaman dan berkontribusi langsung dalam pembangunan desa.

“Jika koperasi ini berjalan optimal, petani dan nelayan bisa mendapatkan harga jual yang lebih baik. Pembelian langsung dari petani akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat dan menguntungkan bagi mereka,” tutup Riyono. ***

 

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Biaya Haji 2027 Disepakati, Jamaah Reguler Efektif Bayar Rp23,24 Juta
Sekolah Rakyat di Sulbar Dibangun Besar-besaran, Mamuju Tampung 1.260 Siswa
UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh
Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang
UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri
Slamet Minta BRAN Gerak Cepat, Konflik Agraria Jangan Dibiarkan Berlarut
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Selangkah Lagi Jadi UU, Pemerintah Setuju Dibawa ke Paripurna
Mukhtarudin Bertemu Menteri SDM Malaysia, Bahas Pelindungan Pekerja Migran Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:33 WIB

Biaya Haji 2027 Disepakati, Jamaah Reguler Efektif Bayar Rp23,24 Juta

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:11 WIB

Sekolah Rakyat di Sulbar Dibangun Besar-besaran, Mamuju Tampung 1.260 Siswa

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:41 WIB

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan, Said Iqbal Soroti 3 Celah yang Bisa Rugikan Buruh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Tiga Tahun Tragedi Gaza, Sukamta: Jangan Bangun Gaza tapi Palestina Hilang

Rabu, 7 Oktober 2026 - 08:37 WIB

UU Ketenagakerjaan Baru Disahkan, Yoga Duwarto: Jangan Lagi Ganti Aturan Setiap Ganti Menteri

Berita Terbaru