JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menekankan pentingnya sinergi yang kuat dengan media massa sebagai bagian dari upaya memperkuat komunikasi publik dan menyukseskan berbagai program prioritas pendidikan nasional.
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM) Kemendikdasmen, Anang Ristanto, menyusul terpilihnya Dodi Suryawan sebagai Ketua Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) periode 2025–2028.
Menurut Anang, kolaborasi yang solid antara pemerintah dan insan pers menjadi kunci keberhasilan dalam menyebarkan informasi yang akurat, konstruktif, dan mencerdaskan publik.
“Kami menyampaikan selamat dan sukses kepada Dodi Suryawan atas terpilihnya sebagai Ketua Forum Wartawan Pendidikan. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh dedikasi, membawa semangat kolaborasi dan profesionalisme, serta menjadi mitra utama Kemendikdasmen,” ujar Anang..com, Jumat (10/10/2025) malam.
Anang juga menyampaikan apresiasi kepada kepengurusan Fortadik sebelumnya atas kerja sama yang selama ini terjalin dengan baik.
“Kemitraan yang dibangun selama ini sangat membantu komunikasi dan publikasi kebijakan Kemendikdasmen kepada masyarakat,” tambahnya.
Ia berharap, kepemimpinan baru Fortadik dapat memperkuat semangat gotong royong antara pemerintah dan media dalam mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.
Sementara itu, Ketua Umum Fortadik periode 2025–2028, Dodi Suryawan, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh para jurnalis dan mitra kerja. Ia berkomitmen melanjutkan program-program positif yang sudah berjalan dan memperluas ruang kolaborasi antar media.
“Atas kepercayaan yang telah diberikan, saya mengajak rekan-rekan untuk melebarkan ruang kolaborasi. Dengan dukungan yang kuat, kita bisa menjalankan organisasi ini dengan semangat kebersamaan,” ujar jurnalis Sumatera Ekspres tersebut.
Dodi menegaskan bahwa Fortadik siap memperkuat peran media dalam mendukung agenda prioritas pendidikan nasional.
“Dengan ruang komunikasi publik yang sehat, edukatif, dan solutif, kita dapat mempercepat terwujudnya pendidikan berkualitas dan berkeadilan di seluruh Indonesia,” tutupnya.
Penulis : lazir
Editor : ameri













