BULOG Serap 3,5 Juta Ton Beras hingga 24 Juli 2026, Target 4 Juta Ton Segera Tercapai

- Penulis

Sabtu, 25 Juli 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat cek gudang beras (foto.bulog)

Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani saat cek gudang beras (foto.bulog)

JAKARTA – Perum BULOG semakin mendekati target pengadaan beras nasional tahun 2026 setelah berhasil menyerap hasil panen dalam negeri setara 3,5 juta ton beras hingga 24 Juli 2026. Realisasi tersebut telah mencapai sekitar 87 persen dari target nasional sebesar 4 juta ton, sekaligus menjadi sinyal positif bagi penguatan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan percepatan terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan.

Keberhasilan tersebut dinilai sebagai hasil sinergi lintas sektor, mulai dari petani, pemerintah daerah, aparat di lapangan, hingga mitra kerja BULOG yang terus memastikan proses penyerapan gabah dan beras berjalan optimal di berbagai sentra produksi nasional.

Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han, mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan pengadaan tidak hanya mencerminkan kinerja BULOG, tetapi juga kolaborasi seluruh pihak yang berkomitmen menjaga ketahanan pangan Indonesia.

“Alhamdulillah, hingga 24 Juli 2026 pengadaan setara beras hasil panen dalam negeri telah mencapai 3,5 juta ton. Capaian ini merupakan hasil kerja keras dan sinergi seluruh pihak, mulai dari petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Babinsa, Bhabinkamtibmas, mitra kerja BULOG, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat. Kolaborasi yang terjalin secara optimal menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani, Jumat (24/7/2026).

Ia mengatakan, tren penyerapan yang terus meningkat membuat BULOG semakin optimistis target pengadaan 4 juta ton setara beras dapat tercapai dalam waktu dekat. Pencapaian itu diyakini akan semakin memperkuat stok Cadangan Beras Pemerintah sekaligus mempertegas arah Indonesia menuju kemandirian pangan.

“BULOG optimistis target 4 juta ton akan segera tercapai. Ini bukan sekadar pencapaian angka, tetapi menjadi bukti nyata keberhasilan bersama dalam memperkuat kemandirian pangan nasional. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami yakin cita-cita swasembada pangan berkelanjutan akan semakin kokoh dan dapat diwujudkan secara optimal hingga akhir September 2026,” katanya.

Ahmad Rizal juga memastikan BULOG tidak akan menghentikan penyerapan gabah dan beras petani meski target nasional telah terpenuhi. Menurutnya, penyerapan hasil panen domestik akan terus dilakukan sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas penyimpanan yang tersedia.

Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Komitmen BULOG adalah terus hadir untuk petani. Setelah target tercapai pun kami akan tetap menyerap hasil panen dalam negeri semaksimal mungkin sesuai penugasan pemerintah dan kapasitas yang tersedia. Langkah ini penting untuk menjaga harga gabah tetap baik di tingkat petani, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperbesar Cadangan Beras Pemerintah sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pangan nasional,” tegasnya.

Ke depan, BULOG akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, TNI-Polri, penyuluh pertanian, serta seluruh mitra kerja agar proses penyerapan hasil panen berlangsung maksimal di seluruh wilayah sentra produksi.

Dengan kolaborasi yang terus diperkuat, BULOG optimistis target pengadaan beras nasional dapat tercapai sesuai rencana dan menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan serta mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri dan berdaulat di sektor pangan.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia
Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun
Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber
Beras SPHP Dikemas Ulang Jadi 50 Kg, BULOG Turunkan Satgas Khusus ke Seluruh Indonesia
Wamentan Dorong Koperasi Beli Susu Peternak Langsung, Ini Targetnya

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Minggu, 1 November 2026 - 14:20 WIB

Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:47 WIB

50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Belanja Online hingga Transaksi Kripto Sumbang Pajak Rp58,75 Triliun

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:01 WIB

Black October Guncang Dunia Digital, ICSF Ingatkan Indonesia Rawan Serangan Siber

Berita Terbaru