BPK dan BULOG Tinjau Panen Raya Karawang, Perkuat Langkah Menuju Swasembada Pangan

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani ke Kabupaten Karawang. (dok. bulog)

Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani ke Kabupaten Karawang. (dok. bulog)

KARAWANG – Upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan nasional mendapat dukungan penuh dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, bersama Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026), untuk meninjau panen raya sekaligus memastikan kesiapan infrastruktur pangan nasional.

Kunjungan dimulai dengan panen raya bersama petani di Desa Mekarjaya, salah satu kawasan sentra produksi padi nasional. Dalam kesempatan itu, rombongan berdialog dengan petani dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Karawang guna memperoleh gambaran langsung mengenai perkembangan produksi padi serta pelaksanaan program penyerapan gabah dan beras dalam negeri yang dijalankan BULOG.

Pimpinan VII BPK RI Slamet Edy Purnomo menilai kinerja BULOG dalam menyerap gabah dan beras petani menunjukkan hasil yang positif. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

“BPK mendukung penuh berbagai program pemerintah yang dijalankan BULOG dalam mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan. Selain capaian pengadaan yang sangat baik, kami juga melihat adanya komitmen kuat dalam membangun tata kelola yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab,” ujar Slamet.

Ia menegaskan, tata kelola yang baik merupakan fondasi utama agar program pangan nasional dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan menjaga ketersediaan pangan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh pengelolaan yang profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, transparansi dan akuntabilitas harus terus diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani maupun masyarakat luas,” lanjutnya.

Slamet juga memastikan BPK akan terus menjalankan fungsi pengawasan dan pemeriksaan secara konstruktif untuk mendukung keberhasilan program strategis nasional di sektor pangan.

“BPK akan terus mengawal pengelolaan keuangan negara agar berjalan sesuai prinsip good governance. Tujuannya bukan hanya memastikan kepatuhan, tetapi juga mendukung keberhasilan program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kedaulatan pangan nasional,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan bahwa dukungan dan pengawalan dari BPK menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan pangan nasional.

“BULOG terus berkomitmen menjalankan penugasan pemerintah dengan mengedepankan prinsip tata kelola yang baik, akuntabel, dan profesional. Kami percaya swasembada pangan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan serta pengelolaan yang transparan dan bertanggung jawab,” ujar Rizal.

Usai menghadiri panen raya, rombongan melanjutkan kunjungan ke Gudang BULOG Purwasari II untuk melihat secara langsung sistem penyimpanan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Peninjauan dilakukan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana pergudangan dalam menjaga kualitas, kuantitas, serta keamanan stok pangan nasional.

Kegiatan kemudian berlanjut ke Sentra Penggilingan Padi (SPP) BULOG. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau proses pengolahan gabah menjadi beras, penerapan standar mutu, hingga pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi operasional dan penguatan rantai pasok pangan nasional.

Melalui kunjungan ini, BPK RI dan BULOG menegaskan pentingnya sinergi antarlembaga negara dalam mendukung tercapainya swasembada pangan yang berkelanjutan. Selain menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, penguatan tata kelola yang transparan dan akuntabel dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik serta memastikan keberlangsungan program pangan nasional dalam jangka panjang.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Pajak Digital RI Tembus Rp58,75 Triliun, Amin Ak Minta Perusahaan Platform Tak Lepas Tanggung Jawab
Hafisz Tohir Soroti Yield SUN 7,75 Persen dan IHSG Anjlok: Alarm Fiskal Mulai Terasa
Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang
BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru
Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan
Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen
Di Tengah Ancaman Krisis Pangan Global, Indonesia Klaim Punya Stok Beras 25 Juta Ton
50 Orang Terkaya Kuasai Kekayaan Setara 55 Juta Penduduk, Hafisz Tohir Soroti Ketimpangan Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 15:35 WIB

Hafisz Tohir Soroti Yield SUN 7,75 Persen dan IHSG Anjlok: Alarm Fiskal Mulai Terasa

Rabu, 4 November 2026 - 10:14 WIB

Tak Cukup Lindungi PMI, Barantin-KP2MI Bidik Peluang Bisnis Setelah Mereka Pulang

Rabu, 4 November 2026 - 08:04 WIB

BULOG Punya Stok 4,6 Juta Ton Beras, Siapkan Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Nataru

Selasa, 3 November 2026 - 08:39 WIB

Ateng Sutisna Desak Pemerintah Benahi Pasar Modal, Ancaman Turun Kelas MSCI Jadi Peringatan

Senin, 2 November 2026 - 13:51 WIB

Investasi Rp1.010 Triliun Diklaim Tumbuh, Hafisz Tohir Soroti Lelang SUN Anjlok 50 Persen

Berita Terbaru