Birds of A Feather Flock Together

- Penulis

Sabtu, 9 Desember 2023 - 15:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Capres dan pasangannya akan bertarung pada pilpres 2024

Capres dan pasangannya akan bertarung pada pilpres 2024

Penulis: IzHarry Agusjaya Moenzir – Wartawan Senior

INI mungkin sebuah kebetulan. Tetapi mungkin pula bukan kebetulan. Ungkapan yang bermakna “makhluk-makhluk yang sejenis hakikatnya berkumpul bersama” ini sudah dikenal sejak abad ke-16 Bahkan penyair William Turner pada tahun 1545 mencantumkan kalimat itu pada puisinya.

“Byrdes of on kynde and color flok and flye allwayes together,” begitu dia menulis. Di dalam bahasa Inggris, terjemahannya “that beings (typically humans) of similar type, interest, personality, character, or other distinctive attribute tend to mutually associate.”

Hari-hari ini, di Republik ini, hal itu secara nyata terbukti lagi. Lihat sajalah ketiga capres dan cawapres yang muncul sekarang. Anies dan Imin misalnya. Kedua sosok ini merupakan orang-orang yang pandai bersilat lidah. Pintar bicara, pintar berkilah. Banyak bicara (talkative). Suka bicara (conversational), ringan lidah dan rapuh mulut, serta leceh (glutinous, sticky). Juga bacar (garrulous) dan celopar (finicky, fussy). Sengaja atau tidak sengaja, mereka terpasang dalam satu ikatan.

IzHarry Agusjaya Moenzir

Begitu juga pasangan Ganjar dan Mahfud. Kedua sosok ini merupakan orang-orang yang pintar dalam pemikiran. Manusia pandai yang taat asas. Anak sekolahan yang berpendidikan. Jenis manusia yang banyak membaca dan selalu belajar. Mereka punya nur (aura) yang tulus. Sekaligus tegas. Berani mengambil risiko dan selalu yakin dalam melangkah. Pekerja keras yang konsekuen, idealis, dan bertanggungjawab. Sengaja atau tidak sengaja, mereka terpasang dalam satu ikatan.

Sementara pasangan Prabowo dan Gibran juga demikian. Kedua sosok ini merupakan orang-orang yang tak pandai bicara. Ilmunya cetek, dangkal dan tidak dalam.

Di Pemilu lalu, Bowo bahkan tidak mengerti apa itu ‘stunting’. Di Pemilu sekarang, dia mengaku tidak banyak tahu tentang dunia digital. “Nanti akan saya pelajari lebih dalam,” katanya.

Dia sudah berhenti membaca, tidak lagi meng-update ilmu. Dia tidak mampu berkomunikasi dengan baik. Dia sudah mulai nyanyok, pikun dan tidak memahami teori komunikasi yang ditulis oleh para pakar komunikasi. Jika mentok dan salah tingkah, dia alihkan dengan menarikan gerakan jelek tanpa keluwesan.

Begitu juga Gibran. Jika Bowo sudah tak lagi membaca, maka Gibran malah tak pernah membaca. Usianya masih sedikit, ruang pikirannya masih sempit. Pengalamannya nyaris tak ada, dan pola pikirnya jauh berada di bawah garis sederhana. Dia bagai anak mami yang baru lepas netek. Gagap, gugup, dan gopoh. Memandang mata kawan bicara pun tak berani, apalagi jika melawan orang dalam perdebatan.

Yang jelas, sengaja atau tidak sengaja, para pasangan capres-cawapres ini terpasang dalam satu ikatan. Alam sudah bicara, mengatur komposisi sesuai human nature. Ini bukan tindakan kesengajaan anak manusia, tetapi suratan alam.

Memang begitulah birds of a feather flock together. Orang pintar menyatu dengan orang pintar, orang yang suka bersilat lidah berduet dengan orang yang besar cakap, dan orang dimentia berpasangan dengan orang yang tak ngerti apa-apa.

Alam sudah menentukan posisi mereka masing-masing. Kita mau bilang apa lagi!? ***

Berita Terkait

AHY Tekankan Konsolidasi Demokrat di Musda Jateng, Target Rebut Kemenangan Pemilu 2029
Megawati Soekarnoputri Hadiri Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP
Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump
DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara
Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah
Megawati Terima Gelar Doktor Kehormatan di Princess Naurah University Arab Saudi
Megawati Hadiri Zayed Award 2026, Basarah Soroti Diplomasi Kemanusiaan Indonesia
Masuk Board of Peace, Prabowo Dinilai Jalankan Strategi Berisiko demi Palestina Merdeka

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:59 WIB

AHY Tekankan Konsolidasi Demokrat di Musda Jateng, Target Rebut Kemenangan Pemilu 2029

Sabtu, 18 April 2026 - 13:48 WIB

Megawati Soekarnoputri Hadiri Peringatan 71 Tahun Konferensi Asia Afrika di Sekolah Partai PDIP

Jumat, 13 Februari 2026 - 08:37 WIB

Amnesty Desak DPR Tinjau Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Bentukan Trump

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:05 WIB

DPD–MPR Perkuat Sinergi, Bahas Kolaborasi Strategis hingga Penertiban Aset Negara

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:21 WIB

Imam Besar Masjid Nabawi Pimpin Doa Saat Megawati Ziarah ke Makam Rasulullah

Berita Terbaru