Bendungan Jlantah Siap Dongkrak Panen Karanganyar hingga Dua Kali Lipat

- Penulis

Minggu, 15 Februari 2026 - 09:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau optimalisasi pemanfaatan Bendungan Jlantah (dok pu)

Menteri PU Dody Hanggodo meninjau optimalisasi pemanfaatan Bendungan Jlantah (dok pu)

JAKARTA – Optimalisasi jaringan irigasi menjadi fokus pemerintah untuk memaksimalkan manfaat Bendungan Jlantah bagi sektor pertanian.

Hal itu ditegaskan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau langsung infrastruktur tersebut di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Sabtu (14/2/2026).

Peninjauan dilakukan untuk memastikan bendungan yang dibangun pada periode 2019–2024 tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal, khususnya dalam mendukung irigasi dan peningkatan produktivitas sawah.

“Fungsi utama bendungan adalah menyediakan air bagi pertanian. Dengan penguatan jaringan irigasi kewenangan pusat serta pembangunan jaringan baru, produktivitas pertanian diyakini dapat meningkat signifikan. Bahkan pada beberapa wilayah, peningkatan hasil panen diperkirakan dapat mencapai hingga dua kali lipat,” kaya Dody.

Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampung 11,82 juta meter kubik dengan luas genangan 54,77 hektare. Infrastruktur ini berpotensi menyuplai air irigasi untuk 1.494 hektare lahan, terdiri atas 806 hektare daerah irigasi yang telah berfungsi dan 688 hektare lahan potensial yang masih dapat dikembangkan.

Untuk memaksimalkan pemanfaatan air, Kementerian PU akan membangun saluran primer sepanjang 6,69 kilometer dan saluran sekunder sepanjang 34,34 kilometer secara bertahap melalui skema multi-years. Pemerintah menargetkan perluasan layanan irigasi hingga sekitar 1.500 hektare agar potensi air bendungan dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh lahan pertanian di sekitarnya.

Saat ini, dari total 688 hektare irigasi potensial, sekitar 458 hektare telah memiliki jaringan, sementara 230 hektare lainnya belum terlayani. Dengan optimalisasi tersebut, Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan meningkat hingga 272 persen.

Selain mendukung irigasi, bendungan juga memiliki fungsi multifungsi. Infrastruktur ini mampu mereduksi banjir hingga 70,33 meter kubik per detik atau sekitar 51,26 persen dari debit banjir periode ulang 50 tahun. Bendungan juga menyediakan air baku sebesar 150 liter per detik untuk tiga kecamatan serta memiliki potensi energi terbarukan berupa PLTMH 0,625 MW dan PLTS terapung hingga 10 MW.

Optimalisasi Bendungan Jlantah diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi pertanian di Karanganyar dan sekitarnya, tetapi juga memperkuat ketahanan air, energi, serta pengendalian banjir sebagai bagian dari dukungan infrastruktur bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Penulis : lazir

Editor : ameri

Berita Terkait

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta
KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya
DPD RI Minta TKD dalam RAPBN 2027 Naik Jadi Rp760 Triliun, Ini Alasannya
Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya
Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi
Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor
Indonesia-Filipina Percepat MoU Tata Kelola Migrasi Tenaga Kerja
Bencana NTT, BULOG Salurkan 1,84 Juta Kg Beras dan Siapkan Stok 93,7 Juta Kg

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 21:16 WIB

Komisi VI DPR RI dan BULOG Bersinergi Kawal Bantuan Pangan di Jakarta

Kamis, 17 September 2026 - 10:09 WIB

KSPI Usulkan Upah Minimum 2027 Naik 7,5-9,5 Persen, Ini Hitungannya

Kamis, 17 September 2026 - 07:38 WIB

Libur Nasional 2027 Ada 18 Hari, Ini Daftar Lengkap Tanggalnya

Rabu, 16 September 2026 - 10:07 WIB

Pemerintah Berencana Rekrut 80 Ribu Polhut, DPR Ingatkan Soal Anggaran dan Teknologi

Selasa, 15 September 2026 - 17:29 WIB

Ateng Sutisna Ungkap 5 Agenda HPDKI 2026-2031, dari Pakan hingga Pasar Ekspor

Berita Terbaru